Ribuan jemaah tarekat Syattariyah di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, telah melangsungkan Salat Ied di Masjid Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur pada Kamis (19/3/2026).
Melansir Antara, perayaan ini dilakukan setelah para jamaah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan selama genap 30 hari.
Teuku Raja Keumangan Bupati Nagan Raya yang juga cucu kandung Habib Muda Seunagan ulama besar kharismatik Aceh mengatakan, penetapan 1 Syawal bagi pengikut Tarekat Syathariyah didasarkan pada metode Hisab Bilangan Lima.
”Metode ini sudah digunakan secara turun-temurun di Nagan Raya selama lebih dari 200 tahun,” ujarnya.
Menanggapi adanya perbedaan waktu hari raya dengan pemerintah atau kelompok masyarakat lain, Teuku Raja Keumangan menyatakan hal tersebut bukanlah persoalan baru.
Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga keharmonisan dan saling menghargai.
”Di Nagan Raya ini sudah biasa, tidak ada masalah karena sudah berlangsung ratusan tahun. Ada yang menggunakan metode rukyah, ada yang hisab. Bahkan di tingkat nasional pun perbedaan sering terjadi,” katanya.
Teuku Raja Keumangan mengatakan penetapan hari raya yang lebih awal ini merupakan bagian dari kekayaan tradisi religius di Aceh, khususnya di Kabupaten Nagan Raya, yang terus dilestarikan oleh para pengikut ulama-ulama terdahulu hingga saat ini.(ant/kir/ham)




