Israel Hantam Ladang Gas Raksasa, Iran Balas Serang Fasilitas Qatar

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Israel melakukan serangan terhadap ladang gas alam milik Iran, South Pars yang merupakan yang terbesar di dunia.

Israel melakukan serangan terhadap ladang gas alam milik Iran, South Pars yang merupakan yang terbesar di dunia. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Israel melakukan serangan terhadap ladang gas alam milik Iran, South Pars. Situasi tersebut menandai babak baru atas meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dilansir The Guardian, Kamis (19/3/2026), ladang gas alam South Pars merupakan yang terbesar di dunia sekaligus sumber utama energi bagi Iran. Ladang gas itu memiliki sumber yang sama dengan Qatar yang juga terdampak serangan Israel tersebut.

Baca Juga:
Dubes Iran Bakal Lakukan Kampanye Dunia Stop Perang di Jakarta

Qatar yang merupakan sekutu dekat AS mengkritik langkah Israel. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut, serangan Israel tersebut sangat berbahaya dan tak bertanggung jawab, karena dapat mengancam ketahanan energi global.

Serangan tersebut juga membuat Iran murka. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa serangan tersebut telah melewati batas sekaligus menetapkan bahwa infrastruktur energi negara-negara Timteng seperti Qatar, UEA, dan Arab Saudi kini sah untuk diserang.

Baca Juga:
Harga Bahan Bakar Pesawat Jet Meroket 83 Persen Imbas Perang Iran

Salah satu yang diserang yakni Kota Industri Ras Laffan milik Qatar yang merupakan salah satu kompleks energi terbesar negara tersebut. 

"Qatar mengecam dan menolak keras serangan Iran yang secara terang-terangan menargetkan Kota Industri Ras Laffan yang telah menyebabkan kebakaran dan kerusakan serius terhadap fasilitas tersebut," kata Juru Bicara Kemenlu Qatar dikutip dari Al Jazeera.

Qatar juga mendeklarasikan atase militer dan keamanan Iran sebagai persona non grata imbas serangan berulang Iran. Mereka diminta keluar dari Qatar dalam waktu 24 jam.

Selain Ras Laffan, Iran sebelumnya juga menargetkan kompleks petrokimia Mesaieed milik Qatar, lapangan gas Al Hosn milik UEA, dan fasilitas pengolahan minyak Samref dan kompleks petrokimia Jubail.

Sementara itu, UEA menyebut, sistem pertahanan anti misil mereka telah mencegat 13 rudal balistik dan 27 drone dari Iran. Namun, pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara operasional fasilitas gas Habshan imbas jatuhnya puing-puing rudal yang berhasil dicegat.

Sejak perang berkecamuk akhir Februari lalu, UEA telah mencegat 327 rudal, 15 rudal jelajah, dan 1.699 drone.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usut Penyebab Keracunan Penerima MBG di Nabire, BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Royalti Musisi Dangdut Seret, Rhoma Irama Turun Tangan Sumbang Rp100 Juta
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo diskusi bahas isu terkini dengan jurnalis dan para ahli
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Jakarta Bedug Kolosal Malam Idul Fitri 1447 H
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Gleneagles Hospital Penang: Layanan Medis Kelas Dunia dengan Dukungan International Patient Center
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.