Anabul Ikut Mudik Bersama Kandang Nyaman dan Pelukan Hangat Pemiliknya

kompas.id
11 jam lalu
Cover Berita

Di tengah hiruk-pikuk penumpang mudik di loket bus, ada anabul alias anak berbulu ikut serta dalam kandang imut. Ada pula yang tidur santai di pelukan pemiliknya. Hewan peliharaan kini mendapat tempat spesial di hati pemiliknya, seperti anak sendiri.

Bembeng (45) memeluk erat kucing kesayangannya, Mumun, saat tiba di loket bus PT Bintang Utara Putra di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (18/3/2026). Bus yang mereka tumpangi berhenti sebentar di loket untuk istirahat.

Bembeng turun dari bus untuk memberi makan Mumun. Tidak lupa dia membawa kucingnya ke toilet untuk buang air. Bembeng selalu memeluk erat kucingnya agar tidak lari kemana-mana.

“Sudah satu hari satu malam kami berangkat dari Kota Dumai, Riau. Setiap kami istirahat, saya memberinya makan dan ikut membawanya ke toilet,” kata Bembeng.

Bembeng hendak mudik dari tempat kerjanya di Dumai ke kampung halamannya di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat. Dia meninggalkan rumahnya lebih dari satu pekan. Karena itu, pekerja di perkebunan itu tidak tega meninggalkan kucing kesayangannya sendirian.

Mumun bukan kucing ras. Mumun adalah kucing kampung yang ditemukan Bembeng di dekat rumahnya sekitar lima bulan lalu.

Saat ditemukan di pinggir jalan, kucing itu masih baru lahir. “Saya kasihan melihat Mumun yang mungkin dibuang pemiliknya,” kata Bembeng.

Sejak saat itu, Bembeng yang tinggal sendiri di rumahnya di perantauan memelihara Mumun. Setiap hari dia memberi makan dan merawat kucing itu.

Di Medan, biaya penitipan anabul di pet hotel berkisar Rp 35.000 hingga Rp 100.000 per malam.

Karena itu, Bembeng tidak tega meninggalkan anabul kesayangannya lebih dari sepekan di rumahnya. “Saya sudah menganggap Mumun seperti keluarga,” kata Bembeng.

Membawa anabul di angkutan umum lintas provinsi menjadi tantangan tersendiri. Untungnya, penumpang lain mengerti dan tidak protes kepadanya.

Baca JugaAnabulku Sayang, Jalan-jalan Yuk...

Bembeng pun berbagi makan dengan Mumun di sepanjang perjalanan. Saat istirahat di rumah makan, dia menyisihkan sebagian makanannya untuk anabulnya.

Bembeng tidak sendiri membawa anabul di dalam bus. Saat beristirahat di loket bus di Medan, terlihat para pemilik anabul mengeluarkan hewan peliharaannya dari dalam bus.

Terdapat beberapa kandang kucing yang dikeluarkan saat bus berhenti di loket. Beberapa orang lainnya bahkan tampak membawa ayam jago.

Irfan (40), misalnya, memboyong tiga kucingnya untuk ikut mudik dari Dumai ke Langkat. Kucingnya ditaruh di kandang jaring besi dan ditempel hiasan karakter Hello Kitty. Selama di perjalanan, kandang dimasukkan ke dalam bagasi di bawah dek bus.

Di dalam kandang berukuran sekitar 60 sentimeter x 60 sentimeter dengan tinggi 40 sentimeter itu, sudah disiapkan makanan, minuman, mainan, hingga pasir tempat buang air. Anabul-anabul itu diajak menghirup udara segar setiap kali bus beristirahat.

Kucing-kucing tampak kebingungan di tengah hiruk-pikuk arus mudik loket bus. Mereka lalu tenang ketika pemiliknya menghampiri.

Baca JugaMudik Tenang, Kucing Aman: Ramainya Jasa Penitipan Anabul Saat Lebaran

Pendiri Pecinta Kucing Medan, Riscki Elita, mengatakan, membawa anabul ikut mudik ke kampung halaman menjadi tren baru dalam beberapa tahun belakangan ini. Awalnya, tren ini hanya terbatas untuk kelas menengah dan atas yang biasanya mudik dengan kendaraan pribadi.

Namun, belakangan ini, mereka yang pulang kampung dengan angkutan umum juga membawa hewan peliharaannya ikut mudik. “Anabul atau anak berbulu tidak lagi dianggap sekedar hewan pelihaaan. Mereka juga menjadi bagian dari keluarga,” kata Riscki.

Di tengah tren membawa anabul ikut mudik, Riscki mengingatkan, para pemilik anabul juga perlu melakukan persiapan. Hal utama, kata Riscki, membawa anabul ikut mudik berarti membawanya ke tempat. Perjalanannya pun seringkali panjang.

Baca JugaLiburan di Hotel Pet-friendly

”Itu biasanya bisa memicu stres berlebihan jika tidak ada persiapan,” kata Riscki.

Oleh karena itu, kata Riscki, pemilik perlu memastikan hewan peliharaan dalam kondisi sehat. Makanan, minuman, suplemen, dan vitamin harus tersedia selama perjalanan dan di kampung halaman.

“Sebaiknya disiapkan juga snack, makanan kesukaan, hingga mainan anabul selama dalam perjalanan,” kata Riscki.

Bagi pemilik anabul yang tidak memungkinkan membawa hewan pelihaaannya pulang kampung, sebaiknya dititip ke keluarga, teman, atau tempat penitipan anabul. Hewan peliharaan yang kurang sehat juga sebaiknya tidak dibawa mudik.

Di kota-kota besar, saat ini sudah terdapat tempat penitipan anabul dengan harga terjangkau. Di Medan, kata Riscki, biaya penitipan anabul di pet hotel berkisar Rp 35.000 hingga Rp 100.000 per malam.

Anabul akan dirawat petugas selama pemiliknya pulang mudik. Riscki sendiri juga membuka pet hotel. Setiap Lebaran, tempat usahanya selalu terisi penuh.

Di loket bus di Jalan Sisingamangaraja, Medan, bus hendak melanjutkan perjalanan. Waktu rehat bagi pemudik dan anabulnya telah usai.

Para pemilik anabul memasukkan kembali hewan kesayangannya ke dalam kandang imut. Ada pula yang kembali digendong erat-erat. Ketika anabul ikutan mudik, hati-hati di jalan ya…

Baca JugaAnabul Pencuri Perhatian di Sekeliling Pemimpin Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anthony Ginting Ungkap Rintangan Orleans Masters, Butuh Adaptasi Lapangan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo sebut serangan air keras ke aktivis bentuk terorisme
• 28 menit laluantaranews.com
thumb
Terjadi Lonjakan Penumpang Momen Mudik Lebaran 2026, KAI Tambah Rangkaian Kereta Api Jarak Jauh
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Libur Lebaran di Jakarta? Ini 10 Destinasi Wisata Wajib Dikunjungi
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Safari Ramadan di Pulau, Wali Kota Janjikan Program Pete-pete Pulau dan Listrik 24 Jam
• 12 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.