Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat dapat menikmati jalan-jalan dan keliling Jakarta pada hari H dan H+1 Lebaran dengan tarif khusus Rp1 pada moda transportasi MRT Jakarta, Transjakarta, dan LRT Jakarta.
Tarif Rp1 untuk ketiga moda transportasi tersebut sebagai realisasi janji Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang menyampaikan bahwa kebijakan ini untuk memfasilitasi masyarakat Jakarta yang tidak mudik. Alhasil, masyarakat Jakarta tetap dapat menikmati suasana Ibu Kota ketika tidak bepergian ke luar kota.
"Saya tetap berkeinginan agar warga dari mana pun juga datang ke Jakarta. Dan juga untuk yang tidak mudik bisa memanfaatkan Jakarta dengan baik," katanya dalam siaran pers, dikutip pada Kamis (19/3/2026).
Dengan adanya transportasi gratis ini, Pramono berharap agar roda ekonomi di Jakarta tetap berputar meskipun sejumlah warga melakukan mudik. Selain itu, warga dapat bersilaturahmi dengan lebih mudah.
Selain tarif khusus, moda transportasi yang beroperasi di Jakarta ini turut menyesuaikan pola operasional selama masa Angkutan Lebaran Tahun 2026 M/1447 H.
MRT Jakarta
PT MRT Jakarta (Perseroda) akan menerapkan pola operasional akhir pekan selama periode libur Lebaran Idulfitri 1447 H, yaitu pada 18—24 Maret 2026.
Pola operasional ini mengikuti grafik perjalanan kereta (gapeka) akhir pekan/libur, dengan jam layanan pukul 05.00 WIB—24.00 WIB dan selang waktu keberangkatan antarkereta setiap 10 menit.
Khusus pada malam takbiran, operasional diperpanjang hingga pukul 01.00 WIB. Seluruh 13 stasiun akan beroperasi sesuai ketentuan tersebut, dengan total 219 perjalanan kereta menggunakan tujuh rangkaian.
Sebagai gambaran, pada periode libur Lebaran 2025, MRT Jakarta mencatat total 614.767 pelanggan sepanjang 28 Maret hingga 7 April 2025. Sementara itu, pada dua hari perayaan Idulfitri 1446 H (31 Maret dan 1 April), tercatat sebanyak 76.106 pelanggan, dengan 28.930 pelanggan pada hari pertama dan 47.176 pelanggan pada hari kedua.
LRT Jakarta
Jadwal operasional kereta LRT Jakarta tetap berjalan normal setiap harinya mulai pukul 05.30 WIB—23.00 WIB dengan headway 10 menit.
Transjakarta
Untuk mendukung aktivitas pelanggan yang menuju terminal, stasiun, dan pelabuhan, Transjakarta melakukan beberapa penyesuaian:
a. Reaktivasi Rute 10C
Menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok – Tanjung Priok sebagai layanan shuttle bagi pemudik yang menggunakan moda transportasi laut. Rute ini beroperasi mulai 13 hingga 29 Maret 2026 dengan waktu operasional menyesuaikan jadwal kedatangan kapal.
b. Perpanjangan Waktu Layanan
Rute-rute yang melintasi stasiun KAI antarkota (seperti Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen) serta stasiun transit akan diperpanjang jam operasionalnya hingga pukul 23.59 WIB pada periode 25 sampai 29 Maret 2026.
c. Layanan AMARI (Angkutan Malam Hari)
Pengoperasian bus 24 jam tetap tersedia di koridor-koridor utama (Koridor 2, 3, 4, 5, 7, 8, 10, 11, 12, dan 14) untuk memastikan konektivitas tanpa batas.
d. Rute Khusus EID
Transjakarta akan membuka rute bantuan (EID1 – EID5) khusus pada 25 sampai 27 Maret 2026, menghubungkan Terminal Pulo Gebang ke berbagai terminal lain di Jakarta (Senen, Tanjung Priok, Kampung Rambutan, Pasar Minggu, dan Kalideres) pada pukul 00.00 WIB—05.00 WIB.
Penyesuaian Layanan Hari Raya Idulfitri (1 Syawal)
Pada hari pertama Idulfitri (21 atau 22 Maret 2026), Transjakarta akan memulai waktu operasi lebih lambat dari jadwal reguler, yakni pada pukul 09.00 WIB untuk memberikan kesempatan kepada pramudi dan petugas lapangan melaksanakan Salat Idulfitri.
Selama periode libur Lebaran (18—24 Maret 2026), Transjakarta menyiagakan rute-rute menuju titik wisata utama di Jakarta dengan jam operasional pukul 05.00 WIB—23.59 WIB untuk layanan reguler dan pukul 10.00 WIB—17.00 WIB untuk bus wisata menuju:
- Ancol: Rute 5 dan 1W.
- Ragunan: Rute 6, 6A, 6B, 6V, 5N, 6N, dan 7E.
- TMII: Rute 7D.
- Kota Tua & Monas: Rute 1, 2, 2A, 3, 3H, 12, 1A, 12B, dan lainnya.





