Salah satu titik pemantauan hilal di Makassar adalah observatorium lantai 18 Menara Iqra, Kampus Unismuh, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan pemantauan Kamis (19/3) sore itu, menjadi bagian penting dalam proses penentuan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar memperkirakan akan terjadi hujan pada siang hingga sore hari saat proses pemantauan dilakukan. Hujan meningkatkan uap air di udara yang membiaskan cahaya dan mengurangi kontras antara bulan dan langit senja sehingga hilal sulit terlihat.
"Berpotensi hujan ringan bahkan sedang," kata Farid kepada kumparan.
Selain hujan, suhu udara diperkirakan berkisar antara 19–34 °C dengan kelembapan 75–100 persen dan angin bertiup dari arah Barat–Utara dengan kecepatan 8–40 km/jam.
Farid juga mengingatkan adanya potensi hujan lebat di wilayah Barru, Pangkep, dan Maros sebagai peringatan dini bagi masyarakat.
Berikut prakiraan cuaca di Sulawesi Selatan untuk Kamis, 19 Maret 2026:
Pagi Hari: Berawan, berpotensi hujan ringan di Luwu Timur, Luwu, Barru, Pangkep, Maros, dan Makassar.
Siang/Sore Hari: Berpotensi hujan ringan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan; hujan sedang di Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Maros, Pangkep, Sinjai, dan Soppeng; berawan di Wajo.
Malam Hari: Berawan, berpotensi hujan ringan di Barru, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Takalar, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo.
Dini Hari: Berawan, berpotensi hujan ringan di Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Soppeng, Takalar.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat, khususnya di Barru, Pangkep, dan Maros, agar kegiatan pemantauan hilal tetap aman dan lancar.





