JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pemudik, Mustaqim (55), membawa oleh-oleh tak biasa saat pulang ke kampung halamannya di Purworejo, Jawa Tengah, pada arus mudik Lebaran 2026.
Di tengah padatnya Stasiun Pasar Senen Jakarta, ia menenteng satu kardus besar berisi kompor gas dua tungku. Kompor itu sengaja ia bawa menempuh perjalanan sekitar 520 kilometer sebagai buah tangan untuk orangtuanya.
Ini merupakan cara Mustaqim menghadirkan kehangatan di dapur rumah yang lama ia tinggalkan.
Mustaqim mengatakan, kompor berwarna hitam itu sengaja dibelinya agar momen Lebaran di kampung terasa lebih istimewa, terutama saat memasak hidangan khas seperti opor ayam.
“Ini buat oleh-oleh orangtua. Biar besok masaknya enak di rumah,” kata Mustaqim saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (19/3/2026).
Bagi Mustaqim, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan kesempatan untuk kembali merasakan suasana rumah, menyantap masakan khas keluarga, berbagi cerita, dan menikmati kebersamaan yang jarang ia temui selama merantau.
Ia membeli kompor tersebut di Jakarta, memanfaatkan momen mudik yang lekat dengan tradisi membawa buah tangan untuk keluarga di kampung halaman.
“Enggak titipan, inisiatif sendiri aja. Ya karena pas momennya aja,” katanya.
Kompor itu pun menjadi kejutan kecil yang belum diketahui orangtuanya di Purworejo.
Namun, keputusannya membawa kompor gas yang akan digunakan untuk masak bersama keluarga pada momen Lebaran menjadi bentuk nyata dari rasa rindu itu.
“Rindunya ya, pokoknya asyik aja,” tutur Mustaqim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang