Apindo: Perputaran Ekonomi Lebaran Meningkat Moderat dari Tahun Lalu

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membeberkan dampak Lebaran 2026 terhadap perputaran ekonomi. Terjadi peningkatan yang lebih moderat dibandingkan Lebaran tahun lalu.

Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, menyebut kontribusi momentum Lebaran terhadap perekonomian tetap kuat.

“Dari pelaku usaha, kami melihat kontribusi ekonomi Lebaran tahun ini tetap kuat dan berpotensi meningkat secara moderat dibandingkan tahun lalu, meskipun tidak dalam skala akselerasi yang terlalu agresif,” kata Shinta kepada kumparan, Kamis (19/3).

Shinta menuturkan, hal ini tercermin dari beberapa indikator. Salah satunya adalah aktivitas manufaktur menunjukkan ekspansi yang solid dengan PMI mencapai 53,8 pada Februari 2026. Angka itu menjadi yang tertinggi dalam dua tahun dan mencerminkan adanya front-loading production menjelang ramadan dan Idulfitri.

Di samping itu, Indeks Keyakinan Konsumen bulan Februari 2026 berada di level 125,2 yang menunjukkan confidence level masih berada dalam zona optimis. Kontribusi perekonomian juga didorong adanya tunjangan hari raya (THR).

“Selain itu, injeksi likuiditas dari THR serta tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran menjadi pendorong utama consumption-led growth, yang secara konsisten memperkuat permintaan domestik pada periode ini,” ujarnya.

Walau demikian, ia tak menampik Lebaran tahun ini juga berlangsung di tengah tantangan eksternal, termasuk ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga komoditas yang dapat mempengaruhi persepsi dan perilaku konsumsi.

“Dengan demikian, Lebaran tetap menjadi peak seasonal driver, namun dalam konteks ekonomi yang lebih normalized, bukan overheated,” kata Shinta.

Sektor Paling Cuan saat Lebaran

Selain itu, Shinta juga mengungkap beberapa sektor yang paling terdorong atau cuan dalam momen lebaran tahun ini. Pertama adalah sektor ritel dan FMCH yang terdorong karena adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap produk makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga yang bersifat esensial maupun musiman.

“ Hal ini sejalan dengan pola konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat signifikan menjelang dan selama periode Lebaran,” ujarnya.

Selain itu, terdapat sektor makanan dan minuman atau FnB yang didorong oleh peningkatan aktivitas konsumsi, baik untuk kebutuhan rumah tangga, tradisi berbagi, maupun kegiatan sosial yang meningkat selama ramadan dan Idulfitri..

Sektor transportasi dan logistik juga tak ketinggalan. Menurut Shinta, sektor tersebut mengalami peningkatan permintaan seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat yang tidak hanya mendorong pergerakan orang, tetapi juga distribusi barang secara lebih intensif.

Terdapat pula sektor pariwisata dan perhotelan yang juga akanmerasakan dampak dari pergerakan masyarakat tersebut. Hal ini terutama melalui peningkatan perjalanan domestik dan aktivitas rekreasi selama masa libur.

Sementara untuk sektor e-commerce dan perdagangan digital, Shinta melihat sektor tersebut semakin kuat perannya sebagai kanal utama konsumsi. Hal ini seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan platform digital dalam berbelanja.

“Secara struktural, sektor-sektor ini mendapatkan manfaat dari kombinasi seasonal demand surge dan transformasi pola konsumsi yang semakin mengarah pada digital-driven consumption, sehingga mampu mengoptimalkan momentum Lebaran sebagai periode dengan aktivitas ekonomi yang paling tinggi dalam siklus tahunan,” jelas Shinta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mudik: Sekolah Kehidupan yang Tidak Ada di Ruang Kelas
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Sumbar Tegaskan Video Asusila Libatkan Bupati Limapuluh Kota adalah Hoaks
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Hilal di Maluku Belum Memenuhi Kriteria, Potensi Terlihat Sangat Kecil
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kepala BGN Klaim MBG Dorong Pergerakan Ekonomi Daerah dengan Triliunan Rupiah Lewat SPPG
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
6 Lokasi Pengamatan Hilal di Jakarta untuk Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriyah
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.