Para penyintas kanker menjadi salah satu subjek perlindungan Kementerian Sosial (Kemenesos). Melalui Sentra Palamartha Sukabumi, Kemensos memberikan pendampingan rehabilitasi dan pemberdayaan sosial.
Warga asal Bogor Tika Kartika memilih berjuang melawan kanker bersama Sentra Palamartha.
“Kalau bukan bantuan dari sini, saya enggak tahu, saya masih ada di dunia ini atau bagaimana,” ujar Tika saat diwawancarai beberapa waktu lalu di Sukabumi.
Hidup Tika berubah ketika menghadapi kenyataan pahit didiagnosis mengidap kanker. Biaya pengobatan, mulai dari kontrol rutin hingga operasi, menjadi beban besar yang sulit ia tanggung seorang diri.
Tika awalnya tidak menyangka penyakitnya begitu serius. Ia merasakan tiga benjolan di sekitar payudara hingga akhirnya harus menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.
Melalui layanan rehabilitasi sosial Sentra Palamartha, Tika mendapat bantuan biaya kesehatan, mulai dari pengobatan rutin setiap bulan di Rumah Sakit Santosa Bandung hingga dukungan untuk operasi ia butuhkan.
Selama masa pemulihan, Tika juga mendapat bantuan kewirausahaan. Ia difasilitasi berjualan di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Phalamartha sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi.
“Sekarang saya merasa sangat terbantu. Saya benar-benar bergantung pada Sentra Palamartha waktu itu,” ungkap Tika.
Saat ini, Tika tinggal di asrama Sentra Palamartha sehingga pendampingan dan pemulihannya berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Pendampingan ini menjadi bukti komitmen Kementerian Sosial dalam membantu kelompok rentan untuk bangkit dan kembali berdaya





