Perputaran Uang Lebaran Melejit Hingga Rp161 Triliun, UMKM Mulai Bangkit?

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Diperkirakan arus mudik Lebaran 2026 mengalami perputaran uang mencapai Rp148,39 triliun hingga Rp161,88 triliun, seiring dengan meningkatnya konsumsi rumah tagga dan mobiltas di berbagai daerah.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menjelaskan, potensi tersebut didorong oleh tingginya jumlah pemudik yang mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6% dari total populasi Indonesia.

Baca Juga: Momen Ramadan dan Lebaran, Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3 Siapkan Uang Tunai Rp3 Triliun

“Jika per keluarga membawa uang sebesar Rp4.125.000 naik 10% dari tahun 2025 lalu sebesar Rp3,75 juta maka potensi perputaran uang Rp148.396.875.000.000 naik sekitar 8% dari tahun sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).

Tercatat, jumlah pemudik setara dengan sekitar 35,97 juta kepala keluarga dengan asumsi rata-rata empat orang per keluarga. Dengan perhitungan itu, ia menekankan bahwa angka perputaran uang masih berpotensi untuk meningkat.

“Masih berpotensi mencapai Rp161.887.500.000.000 dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp4.500.000,” katanya.

Adapun perputaran uang diperkirakan akan banyak beredar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta menyebar ke berbagai daerah lain seperti Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali.

Pada momen mudik Lebaran ini, pengeluaran masyarakat cenderung meningkat untuk kebutuhan pakaian, makanan khas Lebaran, bahan pokok, hingga pemberian THR, zakat, dan sedekah. Bahkan, kebutuhan mudik seperti tiket perjalanan, biaya tol, bahan bakar, servis kendaraan, hingga pembelian oleh-oleh juga tak luput dari perhitungan.

Aktivitas ekonomi di sektor pariwisata dan UMKM daerah kampung halaman juga diprediksi akan mengalami lonjakan omzet seiring dengan kenaikan perdagangan makanan, minuman, suvenir, hingga produk khas daerah. 

Baca Juga: Cerita Suhur, Sosok Perwira Pertamina yang 33 Tahun Lewati Lebaran di Ruang Kontrol Demi Energi Negeri

Peningkatan konsumsi rumah tangga selama Lebaran diperkirakan naik 10–15% turut menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026. Untuk itu, Sarman menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dalam berbelanja.

“Yang paling penting Pemerintah dapat menjaga psikologi masyarakat dengan memberikan jaminan dan memastikan bahwa ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah Lebaran 2026, sehingga masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya di daerah masing masing,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekitar 100 Jamaah di Tulungagung Gelar Shalat Idul Fitri Lebih Awal, Berlangsung Kondusif Tanpa Gesekan
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Tak Perlu Tunggu Karena Live Update! FIFA Perkenalkan Sistem Baru Ranking FIFA yang Buat Suporter Timnas Indonesia Full Senyum
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
PLN UID Kalselteng Siagakan Puluhan Posko dan Perkuat Pengawasan Listrik Jelang Lebaran 2026
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Koalisi Sipil Desak Otak-Eksekutor Penyerangan Andrie Yunus Diproses di Peradilan Umum
• 18 jam laludetik.com
thumb
BMKG Sebut Jakarta Kota terpanas di Indonesia
• 11 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.