Ahli Gizi Beberkan Cara Memilih Kue Kering yang Aman untuk Lebaran

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kue kering menjadi salah satu sajian yang paling dicari menjelang Lebaran. Beragam jenis seperti nastar, kastengel, lidah kucing, hingga putri salju kerap menjadi pelengkap saat momen berkumpul bersama keluarga.

Namun di balik tampilannya yang menggoda, masyarakat tetap perlu lebih cermat dalam memilih kue kering yang aman dan berkualitas untuk dikonsumsi.

Ahli gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Mahmud Aditya Rifqi, mengingatkan pentingnya memahami penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam produk kue kering.

Menurutnya, penggunaan bahan tambahan seperti pengawet, pemanis, dan pewarna sebenarnya diperbolehkan, selama sesuai dengan jenis serta batas aman yang telah ditetapkan oleh regulasi dan BPOM. Yang perlu diwaspadai adalah jika terdapat bahan tambahan ilegal atau tidak terdaftar yang digunakan oleh produsen.

Dari segi tampilan, konsumen sebenarnya sudah bisa menilai kualitas kue kering sebelum membeli. Mahmud menyarankan untuk menghindari kue dengan warna yang terlalu mencolok atau terlihat tidak alami, karena bisa menjadi indikasi penggunaan bahan tambahan yang berlebihan.

“Jika saat dicicipi kue sudah mengeluarkan rasa atau aroma tengik, itu pertanda lemak dalam kue telah teroksidasi dan sebaiknya jangan dikonsumsi sebagai kudapan lebaran,” ungkap Mahmud seperti dikutip dari laman Universitas Airlangga.

Tak hanya bahan baku, kualitas kue kering juga sangat dipengaruhi oleh cara pengemasan. Konsumen disarankan untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa maupun label best before pada produk.

Kemasan yang baik juga menjadi hal krusial. Pastikan wadah dalam kondisi tertutup rapat, tidak bocor, retak, atau pecah. Hal ini penting, terutama untuk kue yang dijual di area terbuka atau pinggir jalan yang lebih rentan terpapar debu dan polusi.

Mahmud menambahkan, adanya izin edar pada produk juga bisa menjadi jaminan tambahan bahwa kue tersebut telah melalui proses pengawasan dan masih layak dikonsumsi.

Untuk produk UMKM atau industri rumahan, standar keamanan tetap harus diperhatikan. Kemasan sebaiknya sudah tersegel rapat sejak dari produsen agar kualitas kue tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Bijak Konsumsi Kue Kering

Di sisi lain, masyarakat juga perlu bijak dalam mengonsumsi kue kering, terutama bagi yang sedang menjaga asupan gula dan kalori. Mahmud menyarankan untuk menerapkan prinsip 3J, yaitu Jenis, Jumlah, dan Jadwal.

Sebagai camilan, porsi kue kering sebaiknya dibatasi sekitar 10 hingga 20 persen dari total asupan kalori harian. Hal ini penting untuk mencegah lonjakan gula darah, terutama setelah sebulan penuh berpuasa.

Jika memiliki waktu luang, membuat kue sendiri bisa menjadi pilihan yang lebih sehat karena komposisi bahan bisa dikontrol. Namun jika memilih membeli, pengendalian diri tetap menjadi kunci utama.

Terakhir, untuk menjaga kualitasnya, kue kering, terutama yang memiliki isian krim atau lapisan cokelat, sebaiknya disimpan di tempat sejuk atau dalam lemari es agar tidak cepat rusak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Horison Hotels Group Resmikan Unit ke-71 di Pangandaran
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Urai Macet di Gilimanuk, Pemerintah Kerahkan Kapal Besar hingga Percepat Waktu Sandar
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Kapan Lebaran Idulfitri 2026? Ini Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
TNI-Polri Didorong Bentuk Tim untuk Usut Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 21 menit lalukompas.com
thumb
Kabar Duka! Sosok di Balik Doraemon, Tsutomu Shibayama Meninggal Dunia
• 3 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.