JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mencatat ada 19 taman nasional, 9 taman wisata alam dan 2 suaka margasatwa ditutup sementara selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2026.
Menurut Raja Juli, penutupan sementara sejumlah TN dan TWA ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan pengunjung akibat faktor alam hingga memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga.
Baca juga: Libur Idul Fitri, Menhut Ungkap Arahan Prabowo kepada Taman Nasional dan Wisata Alam
Berikut jadwal taman nasional dan taman wisata alam yang tutup pada momen libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026:
- ?Taman Nasional Batang Gadis, Sumatera Utara, tutup pada 21-22 Maret 2026
- ??Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Kawasan Gunung Bromo Tengger tutup pada 19-20 Maret 2026 dan kembali dibuka setelah shalat Idul Fitri. Kawasan Gunung Semeru tutup pada 1-31 Desember 2026 karena revitalisasi ekosistem dan faktor cuaca (status siaga).
- ?Objek wisata nonpendakian di ?Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, tutup 20 Maret 2026. Untuk area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tutup pada 1 Januari-12 April 2026 karena faktor cuaca ekstrem dan perbaikan ekosistem.
- ?Taman Nasional Alas Purwo, Jawa Timur, tutup pada periode 20–21 Maret 2026.
- ?Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, tutup pada 20–22 Maret 2026
- Taman Nasional Gunung Merapi, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, tutup pada 21 Maret 2026, untuk area objek wisata alam seperti Tlogo Muncar, Kalikuning Park, Plunyon, Jurang Jero, Deles Indah dan Kalitalang. Sementara untuk area pendakian ditutup hingga informasi lanjutan, karena status siaga.
- Taman Nasional Gunung Merbabu, Jawa Tengah, khususnya via jalur Suwanting ditutup pada 19–22 Maret 2026.
- Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur, tutup pada 20–21 Maret 2026.
- Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Sulawesi Tenggara, tutup pada 20–21 Maret 2026.
- Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kepulauan Bangka Belitung, tutup pada 18–24 Maret 2026.
- Taman Wisata Alam Batu Gamping, DI Yogyakarta tutup pada 20–22 Maret 2026
- Taman Wisata Alam Batu Gamping Sangeh, Panelokan, Danau Buyan/Tamblingan, Gunung Batur, DI Yogyakarta tutup pada 18–20 Maret 2026.
- Taman Wisata Alam Klamono, Papua Barat, tutup pada 18–24 Maret 2026 karena kondisi keamanan
- ?Taman Wisata Alam Bariat, Papua Barat Daya, tutup pada 18–24 Maret 2026 karena kondisi keamanan.
Baca juga: Prabowo Gelontorkan Rp 839 Miliar Bangun Pagar Baja di Taman Nasional Way Kambas
Pada momen libur panjang ini, sejumlah taman nasional dan taman wisata alam juga ada yang masih tutup karena alasan perbaikan dan faktor cuaca.
Berikut daftarnya taman nasional dan taman wisata alam yang masih tutup:
- Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung, tepatnya pintu masuk balik bukit, tutup periode 25 Mei 2025 - belum ditentukan karena perbaikan sarana prasarana
- Taman Nasional Way Kambas, Lampung, tutup periode 17 Januari - 31 Mei 2026 karena masih pemeliharaan sarana prasarana
- ?Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, tutup periode 19 Desember 2025 – 31 Maret 2026 karena perbaikan ekosistem dan kondisi cuaca ekstrem.
- ?Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), tutup periode 1 Januari – 31 Maret 2026 karena masih perbaikan ekosistem.
- Taman Nasional Tambora, NTB, tutup periode 24 Desember 2025 – 30 April 2026 karena ada aktivitas gunung.
- Taman Nasional Mutis Timau, Nusa Tenggara Timur (NTT), tutup periode 10 Maret - 5 April 2026 karena cuaca ekstrem.
- Taman Nasional Gunung Palung (Laman Satong), Kalimantan Barat, tutup periode 17 Januari 2023 – 31 Desember 2026 karena perbaikan sarana dan prasarana.
- Taman Nasional Kayan Mentarang, Kalimantan Utara, tutup periode 18 Maret – 5 April 2026 karena alasan pengelolaan habitat dan pemotongan rumput rutin
- Taman Nasional Gandang Dewata, Sulawesi Barat, tutup periode 28 Desember 2025-22 Maret 2026 karena perbaikan pendakian jalur.
- Taman Nasional Manusela (Pendakian Gunung Binaiya), Maluku tutup sejak Mei 2025 karena perbaikan ekosistem
- Taman Wisata Alam Gunung Marapi, Sumatera Barat, ditutup karena status gunung Level III (siaga)
- Taman Wisata Alam Malino, Sulawesi Selatan, tutup periode 28 Desember 2025 – 22 Maret 2026 karena perbaikan pendakian jalur
- Taman Wisata Alam Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tutup periode 21 Desember 2025 – 12 Desember 2026 karena revitalisasi objek wisata
- ?Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang, Jawa Timur, tutup karena cuaca ekstrem.
- Taman Wisata Alam Padang Luway, Kalimantan Timur, tutup periode 1 Maret – 30 April 2026 karena pemulihan habitat anggrek (pasca kebakaran 2019).
- Suaka Margasatwa Kelian, Kalimantan Timur, tutup periode 1 Maret – 30 April 2026 karena pemulihan habitat.
Baca juga: Bangun Pagar hingga Bentuk Satgas, Menhut: Prabowo Peduli Konservasi Satwa dan Taman Nasional
Sebagai informasi, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengelola setidaknya 57 TN, 145 TWA dan 96 Suaka Margasatwa.
Raja Juli ini juga memastikan kesiapan ratusan taman nasional dan taman wisata alam yang beroperasi terus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto selama momentum libur panjang ini.
“Presiden Prabowo meminta agar pengelolaan TN-TWA memperhatikan zero waste, memiliki tong sampah dan aparat yang cukup," kata Raja Juli dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).
Baca juga: Prabowo Bentuk Satgas Taman Nasional, Sang Adik Hashim Djojohadikusumo Jadi Ketua
Selain itu, Menhut RI juga meminta jajarannya pengelola taman nasional dan taman wisata alam memberikan informasi dan menyiapkan fasilitas lengkap untuk masyarakat.
Menurutnya, Prabowo juga mendorong soal zero accident atau jangan sampai adanya korban kecelakaan karena minimnya fasilitas pengamanan dan kesehatan.
“Pastikan penerapan kuota pengunjung. Informasi terkait ditutup sementara umumkan kembali di masing-masing media sosial kita, agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat menjadi clear,” tambah Raja Juli.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



