Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi menilai perang melawan Iran adalah kesalahan hitung terbesar pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Penyebabnya, dampak yang ditimbulkan dari konflik di Timur Tengah yang melibatkan sekutu AS, Israel.
Dilansir CNN, Kamis (19/3/2026), dalam sebuah opini di The Economist, diplomat utama Oman itu, yang telah memediasi pembicaraan antara Washington dan Teheran sebelum perang pecah, mendesak sekutu AS untuk turun tangan dan membantu mengakhiri apa yang disebutnya sebagai "perang yang melanggar hukum."
Badr Albusaidi menyebut perang itu sebagai "kesalahan perhitungan terbesar" pemerintahan Trump, menggambarkan dampaknya terhadap ekonomi global dan keamanan regional.
Negara-negara Teluk, termasuk Oman, selama beberapa dekade telah membeli senjata AS dan menjadi tuan rumah pangkalan AS dengan harapan dapat mencegah potensi serangan Iran.
Perdamaian dan kemakmuran relatif yang dinikmati negara-negara ini sekarang terancam, tulis Albusaidi, karena AS telah "kehilangan kendali atas kebijakan luar negerinya sendiri."
(rfs/imk)




