Orleans, VIVA – Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, bersiap melakoni laga krusial di babak 16 besar Orleans Masters 2026. Ginting akan kembali dipertemukan dengan rival lamanya asal Taiwan, Chou Tien Chen, di Palais des Sports, Prancis, pada Kamis malam WIB 19 Maret 2026.
Pertemuan ini menjadi edisi terbaru dari persaingan panjang kedua pemain. Berdasarkan data BWF, Ginting saat ini unggul secara head-to-head dengan memenangi 10 dari 16 pertemuan. Pertemuan terakhir mereka terjadi di semifinal Piala Thomas 2024, di mana Ginting menang straight game 21-18, 21-19. Meski unggul statistik, Ginting tetap waspada mengingat Chou yang kini berusia 36 tahun masih memiliki konsistensi tinggi sebagai unggulan pertama turnamen.
Ginting melaju ke babak kedua setelah menumbangkan wakil Taiwan lainnya, Liao Jhuo-Fu, dengan skor 22-20, 21-5. Meski menang telak di gim kedua, Ginting mengakui sempat kesulitan menemukan ritme di awal laga.
"Di gim pertama permainan saya masih belum menemukan ritme yang nyaman. Banyak kesalahan sendiri dan masuk ke pola permainan lawan. Tapi Puji Tuhan bisa menyesuaikan di situasi setting," ujar Ginting dalam keterangan resmi PP PBSI.
- ANTARA/HO-PBSI
Menjelang duel kontra Chou, peraih perunggu Olimpiade Tokyo ini menekankan pentingnya adaptasi teknis. Ia mencatat adanya perbedaan signifikan antara kondisi lapangan di Orleans dengan turnamen Swiss Open pekan lalu, mulai dari pencahayaan hingga merek shuttlecock yang digunakan. Hal ini menuntut penyesuaian pola pikir dan strategi yang cepat di lapangan.
Laga ini menjadi sangat krusial karena Ginting merupakan satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang tersisa di Orleans Masters 2026. Rekannya, Moh. Zaki Ubaidillah, harus terhenti di babak pertama setelah kalah dari wakil Jepang, Yushi Tanaka. Duel melawan Chou pun akan menjadi ujian konsistensi bagi Ginting yang tengah berupaya kembali ke performa puncaknya setelah sempat terkendala cedera dalam dua musim terakhir.





