Dua belas negara Arab-Muslim mendesak Iran agar menghentikan serangan ke negara-negara Teluk untuk meredakan situasi di kawasan yang kian memanas.
Seruan itu muncul setelah pertemuan para menteri luar negeri di Riyadh, Kamis (19/3). Mereka mengungkapkan pernyataan bersama yang dibagikan lewat platform X.
Dalam pernyataan tersebut, para menteri luar negeri dari Qatar, Azerbaijan, Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Lebanon, Pakistan, Arab Saudi, Suriah, Turki, dan Uni Emirat Arab meminta Iran “segera menghentikan serangan-serangannya”.
Mereka juga mendesak Iran untuk tidak mengambil langkah yang bisa mengganggu jalur pelayaran internasional.
Secara khusus, 12 negara itu memperingatkan agar Iran tidak menutup atau menghambat navigasi maupun mengancam keamanan maritim di Selat Hormuz.
“Menahan diri dari langkah atau ancaman apa pun yang bertujuan menutup atau menghambat navigasi internasional di Selat Hormuz atau mengancam keamanan maritim di Bab al-Mandeb,” demikian isi pernyataan tersebut.
Selain itu, para menteri juga mengecam serangan Israel ke Lebanon. Mereka menegaskan dukungan penuh terhadap keamanan, stabilitas, dan keutuhan wilayah Lebanon.
“Mendukung keamanan, stabilitas, dan integritas teritorial Lebanon,” bunyi pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan yang sama, mereka menegaskan akan melanjutkan konsultasi dan koordinasi secara intensif. Langkah ini dilakukan untuk memantau perkembangan serta mengevaluasi situasi yang terus berubah.





