Matahari hampir terbenam, tetapi para pekerja masih sibuk membangun tenda putih biru di halaman samping Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta. Beberapa orang memasang ornamen berbentuk pintu masjid. Sebagian lain memasang pendingin udara di sepanjang area tenda.
Tidak ada penjelasan tenda itu akan digunakan untuk apa. Namun, pembangunan digencarkan hingga Rabu (18/3/2026) atau dua hingga tiga hari sebelum Idul Fitri.
Adapun tanggal perayaan Idul Fitri secara nasional masih menunggu keputusan Sidang Isbat Kementerian Agama yang bakal digelar Kamis (19/3/2026) sore. Beberapa jam sebelum Sidang Isbat, pembangunan tenda di Istana pun tuntas.
Kendati tanggal Idul Fitri belum diputuskan, suasana perayaan Lebaran ala Istana sudah terasa. Tidak hanya dari pembangunan tenda berornamen masjid, tetapi juga lewat pengiriman bingkisan dari Presiden kepada sejumlah tokoh.
Kita juga, saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan. Sudahlah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat.
Di media sosial, sejumlah tokoh publik mengunggah foto bingkisan Lebaran lengkap dengan kartu ucapan yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto. Bingkisan itu berbentuk keranjang sayuran, diisi berbagai jenis hasil bumi. Cabe, bawang, pisang, kembang kol, dan berbagai jenis rempah ada di keranjang itu.
“Kok bisa keren? Hampers Lebaran biasanya manis-manis. Nastar, brownies, kue lapis. Tapi yang ini berbeda. Isinya justru bahan dapur,” tulis Irfan Wahid, konten kreator yang juga bagian dari Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran di Pemilihan Presiden 2024, dalam unggahan di akun Instagramnya.
Kreator yang akrab disapa Ipang Wahid itu menengarai, ini merupakan cara sederhana untuk mengingatkan bahwa ketahanan bangsa terkadang dimulai dari dapur yang mengepul. “Karena pada akhirnya, negara yang kuat adalah negara yang dapur rakyatnya tetap hidup,” tutur Ipang.
Tak hanya Ipang, foto bingkisan Lebaran serupa juga diunggah Adi Prayitno. Pengajar ilmu politik di Univesitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Banten, yang kerap memberikan pandangan sekaligus kritik terhadap dinamika politik nasional itu turut mendapatkan kiriman dari Presiden.
Sama halnya dengan Ipang, Adi juga kagum dengan bingkisan yang bernuansa ketahanan pangan itu. Ia pun berharap, Indonesia bisa menjadi bangsa yang mandiri dalam segala bidang, dari pangan, energi, hingga air, sebagaimana tersimbolkan dalam bingkisan tersebut.
Ipang dan Adi hanya sebagian dari tokoh yang mendapatkan bingkisan dari Presiden. Lebih dari itu, sejumlah pejabat negara, bahkan selebritis seperti Baim Wong, juga mendapatkan hadiah Lebaran yang sama.
Tradisi untuk memberikan hadiah kepada banyak orang bukan baru-baru ini dilakukan Prabowo. Sebanyak dua Asisten Khusus Presiden, Agung Gumilar dan Dirgayuza Setiawan dalam buku “Inilah Prabowo Apa Adanya” yang terbit awal 2026 menceritakan bahwa itu justru merupakan kebiasaan lama Prabowo.
Jelang Lebaran, Prabowo selalu mengirimkan hadiah untuk banyak pihak. Tidak hanya orang-orang terdekat yang bekerja dengannya sehari-hari, tetapi juga pihak-pihak yang pernah bekerja dengannya ataupun orang yang diingat pernah berjasa untuknya.
Oleh karena itu, sebagaimana dituliskan Agung dan Dirgayuza, jelang Lebaran menjadi masa yang sibuk bagi sekretaris pribadi Prabowo. Sebab, mereka bakal diminta untuk mengantarkan hadiah kepada banyak orang. Dari mereka yang mudah dijangkau, hingga mereka yang tinggal di gang-gang kecil.
Sementara Istana mulai bersolek dan Presiden mengirimkan hadiah ke banyak pihak, pemerintah juga mengeluarkan imbauan melalui surat Nomor: B-40/M/S/HL.00/03/2026. Surat bersifat segera, tertanggal 16 Maret 2026 tersebut ditandatangani oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi itu.
Istana meminta kepada para menteri Kabinet Merah Putih, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kepala Polri, pimpinan lembaga pemerintah non-kementerian, dan pimpinan lembaga non-struktural beserta jajaran untuk mengurangi penyelenggaraan halal bihalal di tengah perayaan Lebaran.
“Kami mengimbau Saudara dan seluruh jajaran untuk dapat mengurangi kegiatan seremonial halal bihalal dan/atau open house dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H,” tulis Prasetyo.
Para pejabat juga diminta untuk mengutamakan kegiatan yang bermanfaat langsung kepada masyarakat. “(Kegiatan yang diutamakan) antara lain melalui pemberian santunan, kegiatan sosial, dan kegiatan produktif lainnya,” sebagaimana tertulis dalam surat tersebut.
Prasetyo menjelaskan, pertimbangan untuk mengurangi kegiatan itu terkait dengan masih terjadinya bencana alam yang berdampak luas pada masyarakat di beberapa wilayah. Pemerintah juga diminta waspada terhadap dampak yang berpotensi muncul akibat dinamika global.
Perihal penghematan memang ditekankan Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa waktu belakangan. Terakhir itu disampaikan saat ia memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat pekan lalu.
Di hadapan seluruh anggota kabinet, Presiden mengajak para pembantunya untuk memberikan teladan kesederhanaan pada masyarakat dalam merayakan Idul Fitri. Caranya, dengan menggelar perayaan secara sederhana.
“Kita juga, saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan. Sudahlah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat,” tutur Presiden.
Namun, itu tidak berarti seluruh kegiatan dihilangkan karena bisa menghambat roda perekonomian. Menurut dia, halal bihalal tetap perlu dilaksanakan hanya saja secara sederhana. “Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga gak jalan nanti,” kata Prabowo.
Dalam konteks tersebut, makna penghematan menjadi berlapis. Kendati jajaran pemerintahan diminta untuk berhemat dan mengurangi halal bihalal, acara di Istana tetap disiapkan. Hadiah dari Presiden secara pribadi pun tetap dibagikan ke banyak pihak.
Penghematan tidak cukup dilihat oleh publik sebagai imbauan administratif tetapi harus ditunjukkan melalui langkah yang dilakukan pemerintah. Masyarakat perlu melihat konsistensi. Perayaan Lebaran di Istana bakal menjadi gambaran utuh bagaimana penghematan dan kesederhanaan itu dijalankan.





