PHNOM PENH, KOMPAS.TV - Kamboja yang merupakan dari negara ASEAN selama ini dikenal sebagai negara dengan mayoritas Buddha.
Meski begitu, ternyata negeri ini juga memiliki jumlah umat Muslim sekitar dua persen.
Seorang WNI yang telah lama tinggal di negara kerajaan itu, Roni Roeslan, mengungkapkan bagaimana suasana Ramadan di Kamboja.
Baca Juga: Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS, Merasa Tak Terikat Karena Pembatalan Tarif
Roni yang sudah empat tahun tinggal di Kamboja ini mengungkapkan, meski minoritas ada sejumlah kegiatan bagi umat Muslim Kamboja di bulan Ramadan.
Salah satunya adalah adanya bazar Ramadhan, khususnya di daerah Muslim Kamboja, Chroy Changvar.
“Ada bazar Ramadan dari awal Ramadan hingga 10 hari menjelang lebaran di daerah muslim, tersedia berbagai kebutuhan Ramadan dari makanan hingga baju muslim,” ujarnya kepada Kompas TV.
Roni mengungkapkan warga Muslim Kamboja juga memiliki tradisi di bulan Ramadan.
“Kurang lebih sama dengan kita ngabuburit, buka puasa, namun tidak semeriah di indonesia, (hanya di) daerah tertentu di perkampungan muslim,” tuturnya.
Ia pun mengakui bahwa salah satu kesulitan berpuasa di Kamboja, adalah mencari makanan halal.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- kamboja
- ramadan di kamboja
- wni
- muslim kamboja
- ramadan
- ngabuburit





