Jepang Guyur Subsidi BBM Darurat, Target Harga Turun ke 170 Yen

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Jepang mulai menyalurkan subsidi darurat untuk menekan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu konflik di Timur Tengah. Kebijakan ini diharapkan meredam dampak kenaikan harga energi terhadap daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Mengutip AFP, Juru bicara pemerintah, Minoru Kihara, mengatakan Tokyo menargetkan harga bensin turun ke kisaran 170 yen per liter. Target ini dicanangkan setelah harga sempat menyentuh rekor 190,8 yen per liter pada awal pekan, seiring melonjaknya harga minyak mentah global.

Menurut data Pusat Informasi Minyak, harga bensin Jepang sebelumnya masih berada sedikit di bawah 160 yen per liter pada awal Maret, sebelum konflik pecah dan memicu lonjakan tajam.

"Kami meluncurkan langkah darurat hari ini untuk meredam lonjakan harga mendadak guna melindungi daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi," kata Kihara dalam konferensi pers.

Pemerintah memperkirakan butuh waktu hingga dua minggu agar harga BBM benar-benar turun ke level yang ditargetkan. Selain bensin, subsidi juga akan diperluas ke berbagai produk energi lain.

"Kami juga akan menerapkan langkah serupa untuk diesel, minyak bakar berat, minyak tanah, dan produk lainnya," tambahnya.

Di tengah kebijakan ini, tekanan global masih tinggi. Harga minyak mentah dunia terus meningkat, dengan Brent sempat melonjak sekitar 5 persen ke level 112,70 dolar AS per barel akibat serangan terhadap infrastruktur energi di Iran dan Qatar.

Bank of Japan turut mengingatkan kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi dalam waktu dekat.

Langkah subsidi ini juga dilakukan menjelang pertemuan Perdana Menteri Sanae Takaichi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington. Sebelumnya, Trump meminta Jepang dan sekutu lainnya membantu membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia namun kini terganggu.

Sebagai negara dengan ketergantungan tinggi pada impor energi, sekitar 95 persen kebutuhan minyak Jepang berasal dari Timur Tengah. Untuk menjaga pasokan tetap aman, pemerintah juga mulai melepas cadangan minyak strategis sebagai bagian dari langkah terkoordinasi bersama Badan Energi Internasional (IEA).

Kihara menegaskan, pemerintah Jepang terus berkoordinasi dengan negara-negara G7 dan IEA guna memastikan distribusi dan ketersediaan energi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Angkutan Lebaran di Juanda Siap, Komisi VII Beri Apresiasi
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Foto: Akses Warga Gayo Lues Pulih, Jembatan Aih Bobo Kembali Difungsikan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Hilal Belum Penuhi Kriteria, 1 Syawal 1447 H Diprediksi Hari Sabtu 21 Maret
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Pemudik Meninggal Dunia dalam Bus di Gilimanuk
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Baju yang Perlu Dihindari Ibu Menyusui saat Lebaran
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.