Pembangunan Huntap Disambut Antusias dan Harapan Penyintas Bencana di Bireuen

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Aceh, VIVA - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus membangun hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang terbawa arus banjir.

Sebanyak 36.669 unit diproyeksikan dibangun di tiga provinsi terdampak. Saat ini, sekitar  110 huntap telah rampung dibangun dan 1.359 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan.  Pembangunan huntap dilakukan lintas Kementerian/Lembaga, seperti BNPB, Kementerian PKP, Polri, Kemenkopolkam, Danantara, dan Pemerintah Daerah. Sejumlah pihak swasta dan perorangan juga ikut terlibat dalam pembangunan huntap.

Baca Juga :
Kasatgas PRR Minta Pemda Segera Rampungkan Pendataan Warga yang Akan Tempati Huntap
Bantuan Pascabencana Gelombang Kedua Mulai Digelontorkan, Aceh Timur Dapat Kucuran Rp100 M dari Pemerintah

Salah satu wilayah pembangunan huntap ialah Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Huntap di sana dibangun oleh BNPB dan diproyeksikan menjadi hunian dengan spesifikasi aman gempa. Hunian tipe 36 itu dibangun dengan pondasi batu kali, dinding bata ringan (habel), menggunakan baja ringan untuk pondasi atap yang dikombinasikan dengan material spandex untuk atap, dan plafon pvc.

Suryani, salah satu penyintas bencana di Desa Balee Panah, menyambut baik pembangunan huntap tersebut. Ia mengungkapkan, rumahnya tenggelam dan roboh saat bencana hidrometeorologi menerjang kampung halamannya medio akhir tahun lalu.

Ia berharap huntap bisa segera dibangun agar segera ditempatinya untuk kembali menata kehidupan setelah diterjang bencana hidrometeorologi. Saat ini di Desa Balee Panah telah terbangun unit percontohan dari huntap yang pembangunaannya direncanakan segera dikebut setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026.

Huntap percontohan yang Desa Balee Panah bercat putih yang didalamnya terdapat ruang utama dan dua kamar tidur dengan satu kamar mandi. Penerangan di dalam rumah pun telah menggunakan lampu LED.

“Katanya habis Lebaran mulai dibangun. Kami berharap bisa cepat, supaya bisa langsung ditempati,” kata Suryani saat ditemui pada Selasa, 17 Maret 2026.

Suryani juga mengapresiasi pemerintah yang telah memberinya bantuan selama periode pascabencana, terutama bantuan berupa bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan sebagainya yang ikut menunjang kesehariannya setelah terdampak bencana.

Berdasarkan data BNPB, pembangunan huntap di Kecamatan Juli menggunakan skema in situ atau dibangun di sekitar area awal terdampak bencana. Selain di Kecamatan Juli, ada dua kecamatan lain di Bireuen yang akan dibangun huntap dengan skema in situ, yaitu Kecamatan Jangka, dan Kecamatan Peudada.

Baca Juga :
Sambangi Korban Bencana di Sumatera, Kasatgas Tito dan Mensos Serahkan Bansos Tahap II Rp136 Miliar
Gotong Royong Wujudkan Hunian Layak Untuk Penyintas Bencana Sumatera
Astra Kirim Ratusan Unit Alkes hingga Puluhan Ambulans untuk PEnanganan Korban Terdampak Bencana Suamatera

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy, Yovie Widianto, dan Raffi Ahmad Bahas Strategi Bahasa Indonesia Mendunia
• 6 jam lalumatamata.com
thumb
Mungkinkah Negara Teluk Gabung Israel Menyerang Iran?
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mobil Tabrak Bus di Tol Tegal, 4 Pemudik asal Bekasi Tewas
• 7 jam laludetik.com
thumb
2 Bintang Timnas Indonesia Dikabarkan Gabung Persib, Musim Depan Persaingan dengan Persija Makin Seru!
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Liverpool Balas Dendam, Galatasaray Tumbang di Anfield, Moh Salah Cs Lolos 8 Besar Liga Champions
• 17 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.