Kemenhut menutup sementara sejumlah Taman Nasional (TN) dan Taman Wisata Alam (TWA) selama periode libur Nyepi dan Idulftri 19-22 Maret 2026.
IDXChannel - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menutup sementara sejumlah Taman Nasional (TN) dan Taman Wisata Alam (TWA) selama periode libur Nyepi dan Idulftri 19-22 Maret 2026. Langkah ini merupakan bentuk antisipasi dalam rangka menjaga keselamatan pengunjung.
Taman yang ditutup yakni 9 TN, 9 TWA dan 2 Suaka Margasatwa ditutup sementara. Saat ini, Kemenhut mengelola total 57 TN, 145 TWA dan 96 Suaka Margasatwa.
"Penutupan sementara sejumlah TN dan TWA ini sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keselamatan pengunjung akibat faktor alam hingga memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga selama periode libur panjang," ujar Menhut, Raja Juli Antoni dalam keterangan resmi, Kamis (19/3/2026).
Raja Juli menambahkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pengelolaan TN-TWA harus mengedepankan prinsip zero waste dan zero accident. Untuk itu, dia meminta jajarannya memastikan kesiapan dan memberikan informasi secara jelas kepada masyarakat secara luas, termasuk penetapan kuota pengunjung.
“Presiden Prabowo meminta agar pengelolaan TN-TWA memperhatikan zero waste, memiliki tong sampah dan aparat yang cukup. Lalu mengedepankan zero accident, jangan sampai adanya korban karena minimnya fasilitas pengamanan, siapkan tim medis, ambulans, maupun puskesmas yang memadai," katanya
Sejumlah Taman Nasional yang ditutup pada periode 19–22 Maret 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan momentum Idulfitri 1447 H. Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Raya sekaligus untuk menghindari lonjakan pengunjung yang berpotensi melebihi kapasitas kawasan.
Selain faktor hari raya, beberapa TN-TWA juga ditutup karena pertimbangan pemulihan ekosistem dan keselamatan. TN yang ditutup yakni Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (khusus kawasan Gunung Bromo pada 19–20 Maret 2026), Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Alas Purwo, Taman Nasional Baluran, hingga Taman Nasional Gunung Merbabu dan Gunung Merapi pada periode tertentu.
Di luar Jawa, penutupan juga mencakup Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Batang Gadis, Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Tambora, hingga Taman Nasional Kayan Mentarang dan Manusela dengan berbagai alasan seperti perbaikan ekosistem, aktivitas gunung, hingga pengelolaan habitat.
Sementara itu, untuk kategori TWA dan Suaka Margasatwa, beberapa lokasi yang ditutup yakni TWA Gunung Permisan, TWA Batu Gamping, TWA Guci di Kabupaten Tegal, hingga kawasan TWA di Bali seperti Sangeh, Panelokan, Danau Buyan/Tamblingan, dan Gunung Batur.
Penutupan juga berlaku di wilayah Kalimantan dan Papua, seperti TWA Padang Luwai dan Suaka Margasatwa Kelian yang ditutup untuk pemulihan habitat, serta TWA Klamono dan TWA Beriat karena faktor keamanan.
(Rahmat Fiansyah)





