Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Gabung BoP

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) setelah melalui pertimbangan matang, dengan tujuan mendukung kemerdekaan penuh Palestina.

Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam diskusi yang digelar di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bersama sejumlah pakar dan jurnalis senior, yang ditayangkan pada Kamis (19/3).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan awal keterlibatan Indonesia dalam pembentukan BoP bermula pada 23 September 2025, saat ia menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB. Kala itu, ia menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong two-state solution.

Beberapa jam kemudian, lanjutnya, ia bersama tujuh pemimpin negara mayoritas Muslim dalam Group of Eight, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir, diundang oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam sebuah pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut, Trump disebut meminta negara-negara itu untuk mendukung 21-point plan, yakni proposal untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di Gaza. Menurut Prabowo, rincian poin-poin tersebut dibacakan satu per satu oleh utusan khusus AS, Steve Witkoff.

Prabowo kemudian mendengarkan secara saksama proposal tersebut dan tertarik pada poin ke-19 dan ke-20, yang menjelaskan bahwa Palestina akan diberikan jalan untuk menjadi bangsa mandiri dan mampu menentukan masa depannya. Selain itu, terdapat pula poin bahwa AS akan memfasilitasi dialog antara Israel dan Palestina agar dapat hidup berdampingan secara damai.

Isi proposal tersebut dinilai sejalan dengan pandangan Indonesia terhadap isu Palestina, bahwa perdamaian jangka panjang dapat dicapai melalui two-state solution.

"Jadi, kita lihat ini (poin) 19 dan 20 ada peluang (untuk kemerdekaan Palestina), walaupun kita tahu ini sedikit. Akhirnya, kita berdelapan (pimpinan negara mayoritas Muslim) berdiskusi, kita dukung ini atau tidak? Akhirnya, dalam lobi-lobi, kita bilang, kita dukung," ujar Prabowo, seperti dikutip dari keterangan pers Bakom RI.

Selanjutnya, para pemimpin itu menunjuk Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, untuk menjadi juru bicara mereka dalam menyampaikan kepada Trump bahwa negara-negara tersebut mendukung poin rencana tersebut.

“We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel (Kami menyukai rencana Anda. Namun, masalahnya bukan kami. Masalahnya adalah Perdana Menteri Israel Netanyahu),” kata Prabowo mengenang momen itu.

Beberapa saat setelah pertemuan tersebut, lanjutnya, muncul gagasan mengenai pembentukan BoP yang sekaligus telah diadopsi dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

Menanggapi perkembangan ini, kedelapan negara mayoritas Muslim yang kemudian disebut sebagai Group of Eight kembali berunding mengenai apakah perlu ikut serta di dalamnya atau tidak.

Berdasarkan hasil perundingan, mereka menilai bahwa bergabung dalam BoP akan memberikan ruang yang lebih besar untuk memengaruhi arah kebijakan agar berpihak pada kepentingan Palestina. Hal ini, ujar Prabowo, dinilai lebih realistis dan konkret dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dibandingkan memilih untuk tidak bergabung dengan BoP.

"Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa memengaruhi dan membantu rakyat Palestina,” ujarnya.

“Kalau di luar (BoP), kita tidak bisa (memperjuangkan Palestina). Jadi, akhirnya kita putuskan, kita masuk,” paparnya.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa Indonesia tidak akan segan angkat kaki dari BoP jika hasil keputusannya tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia atau Palestina. Bahkan, menurutnya, Indonesia bisa saja keluar dari dewan tersebut tanpa perlu merundingkannya terlebih dahulu dengan anggota Group of Eight lainnya.

“Selama kita di dalam BoP bisa membantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita mengambil kesimpulan tidak ada harapan dan justru kontraproduktif, kita menilai kita kehabisan waktu, kehabisan energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar,” tambahnya.

Prabowo berharap Indonesia dan anggota Group of Eight lainnya dapat berkontribusi positif bagi perdamaian jangka panjang di Palestina.

"Jadi, saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPBD Pekanbaru Tangani 49 Kasus Karhutla Selama 2026, 29 Hektare Lahan Hangus Terbakar
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jalur Mudik Tapanuli Selatan Kembali Dapat Dilintasi Usai Diterjang Bencana
• 6 jam laludetik.com
thumb
Prabowo Gandeng Tangan Megawati di Tangga Istana
• 7 jam laludetik.com
thumb
Pengusaha Rental Ungkap Modus Penipuan Sewa Mobil Mudik: Iming-iming Murah, Deposit Hilang
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Erick Thohir Pantau Kondisi Lapangan Stadion GBK, Pastikan Kesiapan Gelar FIFA Series 2026
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.