Bisnis.com, JAKARTA — Terminal Bus Kampung Rambutan telah melalui masa puncak angkutan mudik Lebaran 2026. Secara akumulasi, terminal ini telah memberangkatkan total 1.060 bus yang membawa 20.506 penumpang sejak 11 Maret 2026.
Berdasarkan data yang ditampilkan di pusat informasi terminal, puncak mudik dengan keberangkatan tertinggi terjadi pada Rabu (18/3/2026) dengan jumlah pemudik yang berangkat 5.336 orang dan 217 bus.
Jumlah keberangkatan tertinggi tahun ini mengalahkan jumlah keberangkatan di arus puncak 2025. Jumlah orang yang berangkat tahun ini meningkat 60,53% dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 3.324 orang, sementara jumlah bus yang berangkat juga naik 31,52% dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 165 bus.
Adapun, jadwal keberangkatan bus di Terminal Kampung Rambutan dibagi menjadi empat, yakni pada pukul 00.00 WIB—06.00 WIB, pukul 06.00 WIB—14.00 WIB, pukul 14.00 WIB—22.00 WIB, dan keberangkatan paling larut pada pukul 22.00 WIB—23.59 WIB.
Pada Rabu (18/3/2026), jadwal keberangkatan paling banyak yang dipilih masyarakat adalah pada pukul 06.00 WIB sampai 14.00 WIB, di mana ada 2.751 orang diberangkatkan. Sementara itu, sebanyak 2.234 orang diberangkatkan pada pukul 14.00 WIB sampai 22.00 WIB.
Selanjutnya, pada Kamis (19/3/2026), data pada pukul 00.00 WIB—06.00 WIB mencatat adanya keberangkatan sebanyak 290 orang dan 14 bus.
Kepala Terminal Kampung Rambutan Revi Zulkarnain mengatakan bahwa pihaknya mempersiapkan bus tambahan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik. Bus tambahan ini disiapkan terutama untuk rute-rute yang paling banyak dituju.
"Pada tujuan favorit, terutama pada tujuan jarak jauh maupun dekat seperti Jawa Tengah, itu memang ada penambahan bus bantuan, misalnya seperti tujuan Wonosobo, Yogyakarta, terus di Malang juga ada," ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Sebagai informasi, jumlah pemudik di Indonesia tahun ini diperkirakan turun dibandingkan dengan tahun lalu. Survei Kementerian Perhubungan menunjukkan potensi pergerakan masyarakat pada momen mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau 50,6% dari total populasi Indonesia. Jumlah tersebut turun 1,75% dibandingkan dengan 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.





