Pantau - Sebanyak 14.293 pemudik diberangkatkan dari Terminal Kalideres, Jakarta Barat sejak H-8 hingga H-2 Lebaran dengan total 947 bus yang melayani perjalanan tersebut.
Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo mengungkapkan, "Total penumpang yang sudah berangkat dari Terminal Kalideres dari H-8 hingga H-2 sementara tercatat 14.293 penumpang dengan 947 bus."
Penurunan Jumlah Penumpang TerlihatPada Kamis pagi, kondisi terminal terpantau lebih lengang dibandingkan hari sebelumnya seiring perkiraan penurunan jumlah penumpang.
Nur Prasetyo mengatakan, "Kemungkinan akan terjadi penurunan jumlah penumpang dibanding hari sebelumnya. Kondisi pagi hari ini secara visual di lapangan, sedikit lengang dibandingkan kondisi di waktu yang sama kemarin."
Pada H-3 Lebaran atau Rabu 18 Maret, jumlah pemudik tercatat sebanyak 3.653 orang.
Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 40 persen dibandingkan H-3 Lebaran tahun sebelumnya yang mencapai 6.115 penumpang.
Nur Prasetyo menyatakan, "Kemarin H-3, sebanyak 3.653 penumpang. Terjadi penurunan sebesar 40 persen dibanding H-3 Lebaran tahun sebelumnya dengan jumlah 6.115 penumpang."
Posko Pengaduan Kekerasan DisiagakanPemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan posko pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Terminal Kalideres untuk meningkatkan perlindungan selama arus mudik.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menjelaskan, "Ini penting sekali terkait bagaimana kita sama-sama bersinergi untuk menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak."
Posko pengaduan terintegrasi tersebut juga menyediakan layanan konseling bagi korban maupun pelapor.
Layanan konseling diberikan oleh tenaga profesional dari UPT PPPA Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta.
Iin Mutmainnah mengatakan, "Di sini dari UPT PPPA, DPAPP Provinsi DKI Jakarta, di mana kami tugaskan di sini ada konselor ya untuk menangani berbagai keluhan atau pengaduan yang masuk."
Seluruh penumpang dan pengemudi diimbau untuk melaporkan segala bentuk kekerasan atau pelecehan yang terjadi di lingkungan terminal maupun di dalam bus.
Iin Mutmainnah mengingatkan, “Kepada seluruh penumpang dan juga pengemudi jangan sampai terjadi tindak kekerasan ataupun mungkin penyimpangan.”




