Bisnis.com, JAKARTA- Emiten kontraktor migas milik Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) membukukan laba bersih atau laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$15,26 juta pada 2025, naik 10,05% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan US$13,87 juta pada 2024 lalu.
Mengutip laporan keuangan, RATU meraup pendapatan bersih sebesar US$49,31 juta pada 2025, turun 14,60% YoY dibandingkan US$57,74 juta pada 2024. Pada saat bersamaan, beban pokok pendapatan RATU tercatat sebesar US$25,22 juta, turun 28,53% YoY dari US$35,29 juta.
Penurunan beban pokok pendapatan RATU itu membuat laba kotor perseroan masih lebih tinggi dibandingkan 2024. RATU membukukan laba bruto sebesar US$24,08 juta pada 2025 dibandingkan US$22,44 juta sepanjang 2024.
Setelah dikurangi beban umum dan pajak, RATU mengemas laba bersih US$15,26 juta sepanjang 2025. Pada sisi neraca, total aset RATU tercatat sebesar US$76,01 juta pada 2025, naik sebesar 43,91% YoY dibandingkan akhir 2024.
Aset RATU 2025 itu sejalan dengan pertumbuhan ekuitas yang naik 106,59% YoY menjadi US$56,60 juta. Pada saat yang sama, liabilitas RATU turun 23,64% YoY menjadi US$19,41 juta pada akhir 2025.
Pada perkembangan lain, RATU pada penghujung 2025 mengumumkan transaksi afiliasi berupa penyetoran modal senilai Rp127,5 miliar yang dilakukan oleh entitas anak usaha perseroan, PT Raharja Energi Indonesia (REI), dalam rangka pendirian PT Raharja Energi Madura (REM).
Baca Juga
- IHSG Diproyeksi Koreksi Lanjutan, Cermati Saham Hapsoro RAJA dan RATU
- Gerak Gesit Saham Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro di Lantai Bursa Efek
- Ini Rahasia Saham Afiliasi Hapsoro Terbang Lebih Tinggi dari Saham Salim & Boy Thohir
Direktur Utama RATU Sumantri menyampaikan bahwa transaksi tersebut telah dilaksanakan pada 23 Desember 2025 dan dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42 Tahun 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
“Dalam rangka memenuhi ketentuan POJK No. 42/2020, Direksi Perseroan dengan ini mengumumkan keterbukaan informasi kepada publik bahwa pada tanggal 23 Desember 2025, PT Raharja Energi Indonesia telah melakukan penyetoran modal dalam rangka pendirian PT Raharja Energi Madura,” ujar Sumantri dalam keterbukaan informasi, Selasa (23/12/2025).
Dalam transaksi tersebut, REI menyetorkan dana sebesar Rp127.500.000.000 sebagai modal disetor PT Raharja Energi Madura. Dengan struktur kepemilikan tersebut, REM menjadi perusahaan terkendali perseroan secara tidak langsung melalui REI, di mana 51% saham REM dimiliki oleh REI.
Sumantri menegaskan bahwa transaksi ini merupakan transaksi afiliasi karena REI merupakan perusahaan terkendali perseroan dengan kepemilikan saham sebesar 99%, sementara REM merupakan perusahaan terkendali tidak langsung melalui REI.
“Transaksi afiliasi ini bukan merupakan transaksi benturan kepentingan karena tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara perseroan dan pihak-pihak yang diatur dalam POJK No. 42/2020,” jelasnya.
--------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





