tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan setelah mengambil langkah cerdik untuk menghentikan aktivitas penyapu koin di Indramayu, khususnya di Jalur Pantura. Kebijakan ini dilakukan demi menjaga keselamatan warga sekaligus mengurangi risiko kecelakaan saat arus mudik dan balik Lebaran.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi diketahui telah menghubungi pihak kepala desa di wilayah Indramayu untuk membubarkan para penyapu koin. Namun, di lapangan masih terlihat banyak warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yang tetap berkeliaran di jalur tersebut.
Fenomena penyapu koin memang kerap terjadi di Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu dan Subang. Warga biasanya berbaris di pinggir jalan untuk mengumpulkan koin yang dilempar pemudik. Bahkan, tidak sedikit yang nekat turun ke tengah jalan menggunakan sapu lidi, sehingga berisiko tinggi memicu kecelakaan.
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memberikan kompensasi agar warga tidak lagi turun ke jalan. Dedi Mulyadi pun turun langsung ke Kantor Kuwu Sukma, Indramayu, untuk memastikan pendataan berjalan dengan baik.
“Ya sudah, nanti begini saja. Kita harus sama dengan yang di Subang. Jadi sehari Rp50.000, Pak. Sehari Rp50.000 dikasihnya,” ujar Dedi Mulyadi dalam YouTube pribadinya, 19 Maret 2026.
Ia menjelaskan, skema kompensasi tersebut dihitung selama 12 hari agar warga tetap mendapatkan penghasilan menjelang Lebaran.
“Karena pasti nambah, Pak. Sehari Rp50.000 kali 12 hari berarti Rp600.000 satu orang. Tapi yang dewasa saja, anak-anak tidak usah, kan pasti ikut orang tuanya,” jelas Dedi Mulyadi.
Menurutnya, nominal tersebut sudah cukup membantu warga dibandingkan harus mengambil risiko di jalan raya.
“Ya segitu juga lumayan. Mereka seperti ini belum tentu dapat Rp50.000. Jadi kebijakannya sehari Rp50.000 dikali 12 hari, dihitung mulai hari ini sampai Minggu,” jelasnya.
Dedi Mulyadi juga menegaskan larangan keras bagi warga untuk kembali beraktivitas di jalur Pantura selama masa mudik.
“Bu Kuwu, pokoknya warganya tidak boleh ada yang nongkrong lagi di jalan. Tidak boleh. Minta libur minimal 15 hari, terhitung hari ini sampai minggu depan lagi,” tegas Dedi Mulyadi.




