TABLOIDBINTANG.COM - Lebaran terasa kurang meriah tanpa kehadiran aneka kue kering yang tersaji di meja ruang tamu. Kue khas hari raya bukan sekadar suguhan, melainkan bagian dari tradisi yang mempererat kebersamaan saat merayakan Idul Fitri. Rasanya yang lezat membuat kue-kue ini selalu dinikmati bersama keluarga maupun tamu yang datang bersilaturahmi.
Biasanya, kue kering disiapkan dalam jumlah besar menjelang Lebaran. Tak heran jika setelah perayaan usai, masih banyak kue yang tersisa. Hal ini pun memunculkan pertanyaan: sebenarnya berapa lama kue kering bisa bertahan sebelum tidak layak dikonsumsi?
Menurut Chef Karen Carlotte, daya tahan kue kering umumnya cukup lama, namun tetap bergantung pada bahan yang digunakan. “Tergantung dari telur yang digunakan ya. Kalau dia sistemnya renyah sekali, itu tahan tiga bulan lebih. Tapi kalau banyak banget butter atau banyak menggunakan lemak serta kadar air, itu biasanya lebih cepat (kadaluwarsa),” jelas Chef Karen.
Penjelasan tersebut sejalan dengan informasi umum dari berbagai referensi kuliner di Google, yang menyebutkan bahwa kue kering dengan kadar air rendah memang cenderung lebih awet. Sebaliknya, kue dengan kandungan lemak tinggi atau tekstur lembut lebih rentan mengalami penurunan kualitas.
Menariknya, kondisi tekstur kue bisa menjadi indikator utama apakah kue masih layak dimakan. Chef Karen menegaskan, “Tanda pertama tidak oke itu tidak renyah lagi. Karena itu udah ada kelembaban masuk. Kalau kelembaban masuk, itu pasti mengundang jamur.”
Selain bahan, cara penyimpanan juga memegang peran penting dalam menjaga kualitas kue. Wadah yang digunakan harus mampu melindungi kue dari udara lembap. “Tergantung tempat yang digunakan. Kalau pakai silicon gel, masih aman dikonsumsi hingga tiga bulan,” tambahnya.
Agar lebih aman, Chef Karen juga menyarankan kebiasaan sederhana yang sering diabaikan, yakni memberi label pada wadah kue. “Biasanya saya labelin di bawahnya. Jadi ini buatnya tanggal segini, baru tulis expired date. Kita hitung tiga bulan setelah itu kita cek,” katanya.
Dengan memperhatikan bahan, tekstur, dan cara penyimpanan, kue kering Lebaran bisa dinikmati lebih lama tanpa khawatir kualitasnya menurun. Jadi, meski perayaan telah usai, kelezatan kue khas Lebaran tetap bisa menemani momen santai bersama keluarga.




