Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai sektor strategis yang mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui ajang Banten Creative Festival Ramadan 2026.
Festival Dorong Ekosistem Ekonomi Kreatif DaerahKegiatan yang digelar di Banten ini dinilai mampu mendorong perkembangan brand lokal Indonesia agar dikenal hingga tingkat global.
“Festival ini memberi ruang bagi talenta muda menampilkan karya, berkolaborasi, dan dikenal lebih luas, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Banten,” ungkap Teuku Riefky.
Ia menilai festival tersebut menjadi bagian dari ekosistem produktif dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis daerah.
Antusiasme masyarakat serta semangat pelaku kreatif disebut menjadi bukti bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
“Kami melihat Banten Creative Fest Ramadan ini sebagai bukti nyata bagaimana kreativitas dan keberanian generasi muda bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif,” ujarnya.
Interaksi Pelaku Usaha dan Dukungan PemerintahSaat mengunjungi berbagai booth kreatif, Menteri Ekraf berdialog langsung dengan pelaku usaha, termasuk brand Astron Kiddos yang mengusung filosofi “anak kecil yang bermimpi”.
Brand tersebut terinspirasi dari gabungan kata “astronot” dan “kiddos” serta berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk distro lokal dari Kota Serang.
Teuku Riefky menilai semangat dan kreativitas generasi muda Banten menjadi energi positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
“Ekonomi kreatif harus kita dorong bersama agar semakin banyak karya dan brand lokal Indonesia yang mampu naik kelas dan dikenal di tingkat global,” kata Menteri Ekraf.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai kehadiran Menteri Ekraf menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap pelaku kreatif daerah.
Interaksi langsung antara Menteri Ekraf dan pelaku usaha dinilai memberikan pelajaran berharga bagi pegiat ekonomi kreatif di Banten.
“Kalau bicara ekonomi kreatif, berarti bicara inovasi. Festival ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda Banten bisa unggul, mandiri, dan berpotensi sukses di masa depan,” ujar Dimyati.
Banten Creative Festival sendiri merupakan ajang ekonomi kreatif yang menghadirkan booth produk lokal, kuliner, hiburan musik, serta aktivitas komunitas dalam satu ruang interaktif bernuansa Ramadan.
Festival yang telah berlangsung selama sembilan tahun ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan brand lokal untuk memasarkan produk, memperluas jejaring, serta mendekatkan karya kreatif kepada masyarakat luas.




