Kevin Diks Tak Habis Pikir, Bintang Timnas Indonesia itu Syok Lihat Mantan Klubnya Hancur Lebur: Jelas Bencana

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Timnas Indonesia kembali mendapat sorotan, kali ini lewat salah satu pemainnya, Kevin Diks, yang dibuat tak habis pikir melihat kondisi mantan klubnya, FC Copenhagen.

Kabar mengejutkan datang dari sepak bola Denmark, di mana FC Copenhagen mengalami penurunan performa drastis yang bahkan disebut sebagai “bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya” oleh media Belanda, VoetbalPrimeur.

Sebagai mantan pemain yang pernah membela klub tersebut selama empat tahun, Kevin Diks mengaku sangat terkejut dengan situasi yang terjadi saat ini.

Pemain Borussia Monchengladbach Kevin Diks
Sumber :
  • Borussia Monchengladbach

Ia bahkan masih rutin mengikuti perkembangan Copenhagen meski kini telah berkarier bersama Borussia Mönchengladbach.

"Saya masih menonton hampir setiap pertandingan. Saya tidak menyangka ini akan terjadi ketika saya pergi beberapa bulan yang lalu," kata Diks, dalam laporan Voetbalprimeur.

Padahal, musim lalu FC Copenhagen tampil sangat dominan. Mereka sukses meraih gelar liga dan masih bersaing di kompetisi Eropa. Namun kini, situasinya berbalik drastis.

Klub raksasa Denmark itu hanya mampu finis di posisi ketujuh pada fase reguler liga, hasil yang memaksa mereka harus menjalani babak play-off degradasi.

Kevin Diks juara Piala Denmark bareng FC Copenhagen
Sumber :
  • Instagram/Kevin Diks

Ini menjadi pertama kalinya Copenhagen gagal menembus enam besar sejak format kompetisi saat ini diterapkan.

Tak hanya itu, terakhir kali mereka finis di luar empat besar terjadi lebih dari 20 tahun lalu, tepatnya pada tahun 2000.

Fakta ini semakin mempertegas betapa anjloknya performa klub tersebut musim ini.

Kondisi tersebut pun memicu reaksi keras dari para suporter.

Dalam laga terakhir fase reguler, sejumlah spanduk bernada kritik tajam dibentangkan di stadion, menyebut musim ini sebagai yang terburuk dalam 30 tahun terakhir.

Kevin Diks pun menegaskan bahwa standar FC Copenhagen seharusnya selalu berada di level tertinggi.

Kevin Diks
Sumber :
  • Facebook - Borussia Monchengladbach

“Sebuah klub seperti FC Copenhagen harus bersaing untuk memperebutkan trofi sepak bola Eropa dan domestik setiap tahunnya. Hal itu berjalan baik dalam beberapa tahun terakhir, tetapi ini jelas merupakan bencana,” lanjutnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Michael Bambang Hartono Wafat di Usia 86 Tahun, Ini Profil dan Rekam Jejaknya
• 20 jam laludisway.id
thumb
Michael Bambang Hartono Meninggal, Ini Cerita Penyamaran Demi Bisa Makan di Warung Sederhana
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Museum Mulawarman Siapkan 5.000 Koleksi Sejarah Sambut Libur Lebaran
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tabrakan Bus dan LCGC di Tol Pejagan-Pemalang Jalur One Way Mudik, 4 Orang Tewas
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Kapolda Riau Rayakan Lebaran: Tiadakan Open House, Bagikan Pohon
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.