Ada momen langka saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih. Trump mengungkit peristiwa Pearl Harbor saat ditanya alasan menyerang Iran.
Pertemuan Trump dan Takaichi terjadi pada Kamis (19/3) waktu setempat. Trump awalnya ditanya oleh salah seorang wartawan asal Jepang tentang alasan tidak memberi tahu sekutu sebelum AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari silam.
Trump lalu langsung memberikan tanggapan. Dia mengaku ingin memberikan kejutan terhadap Iran.
"Kami tidak memberi tahu siapa pun tentang hal itu karena kami menginginkan kejutan. Siapa yang lebih tahu tentang kejutan daripada Jepang, oke?" kata Trump di Ruang Oval Gedung Putih dilansir AFP, Jumat (20/3/2026).
Trump lalu melanjutkan jawabannya atas pertanyaan wartawan Jepang itu. Dengan berseloroh, ia mengungkit peristiwa serangan Pearl Harbor.
"Mengapa Anda tidak memberi tahu saya tentang Pearl Harbor, oke?"," kata Trump.
Takaichi, yang mengandalkan penerjemah, tidak mengatakan apa pun tetapi tampak menahan desahan kecil saat ia bergeser di kursinya. Setidaknya satu erangan terdengar di ruangan yang penuh sesak dengan wartawan AS dan Jepang.
Seperti diketahui, Kekaisaran Jepang melancarkan serangan pendahuluan terhadap pangkalan utama AS di Pasifik, yaitu Pearl Harbor, Hawaii, pada tanggal 7 Desember 1941, dengan harapan dapat memberikan pukulan telak sebelum AS diperkirakan akan memasuki Perang Dunia II.
Lebih dari 2.400 warga Amerika tewas dalam serangan yang menurut Presiden Franklin D. Roosevelt akan dikenang sebagai "kehinaan". Amerika Serikat mengakhiri Perang Dunia II dengan menjatuhkan dua bom atom di Jepang, satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam sejarah.
(ygs/ygs)





