Tak Kapok Meski Dilarang, Dedi Mulyadi Ancam Angkut Penyapu Koin di Jalur Pantura

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali menunjukkan ketegasannya dalam menertibkan aktivitas penyapu koin di Jalur Pantura, khususnya di wilayah Indramayu. Meski sudah dilarang dan diberikan solusi berupa kompensasi, masih banyak warga yang nekat turun ke jalan.

Fenomena penyapu koin di Indramayu sendiri sudah menjadi tradisi tahunan, terutama di kawasan Jembatan Sewo yang berada di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Subang, Jawa Barat. Warga biasanya berjejer di pinggir jalan dengan membawa sapu lidi atau ranting untuk mengumpulkan koin dari pengendara yang melintas.

Namun, aktivitas ini dinilai sangat berbahaya karena sering memicu kemacetan hingga kecelakaan, terutama saat arus mudik Lebaran meningkat. Bahkan, tidak sedikit warga yang nekat turun ke tengah jalan demi mendapatkan koin.


Dedi Mulyadi Tertibkan Penyapu Koin. (Sumber: YouTube Kang Dedi Mulyadi)

Sebagai langkah penanganan, Dedi Mulyadi telah menginstruksikan penghentian total aktivitas tersebut selama 15 hari masa mudik. Pemerintah pun menyiapkan kompensasi sebesar Rp600.000 per orang bagi warga yang terdata agar tidak lagi turun ke jalan.

Dalam unggahan di kanal YouTube pribadinya, Dedi Mulyadi terlihat turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan. Ia bahkan mendatangi kantor desa di Indramayu untuk melakukan koordinasi.

“Pokoknya enggak boleh ada lagi yang nyapu koin, uang sakunya sudah disiapkan untuk 12 hari,” tegas Dedi Mulyadi.

Meski demikian, ia tetap menemukan banyak warga yang masih melakukan aktivitas tersebut. Hal ini membuatnya semakin geram hingga mengeluarkan peringatan keras.

“Kalau masih ada lagi yang melanggar, saya angkut,” lanjutnya.

Usai dari kantor desa, Dedi Mulyadi mendapati sejumlah warga masih menyapu koin, bahkan hingga ke tengah jalan. Ia pun langsung turun tangan mengambil sapu dari warga dan meminta mereka segera meninggalkan lokasi.

“Ayo, Bu, Bu, enggak boleh, Bu. Nanti ada pendataan, nanti dikasih uang saku ya,” ujar Dedi Mulyadi.

Situasi sempat memanas karena sebagian warga tetap bertahan, bahkan mencoba mendekat dan merekam aksi tersebut. Melihat kondisi yang tidak kondusif, Dedi Mulyadi akhirnya meninggikan suara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dituding Lakukan Pelecehan Sesama Jenis, Ustaz Solmed: Fitnahnya Keji!
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Tol Japek Alami Kemacetan Parah pada Arus Mudik Lebaran, Ini Alasan Jasamarga
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Tarawih terakhir momen penuh syukur warga Desa Hutanabolon Tapteng
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Rismon Akui Salah, Ketum Jokowi Mania: Itu Suara Hati Nurani
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Iran Kembali Menyerang Pelabuhan UEA, Harga Minyak Dunia Melonjak, Pasar Saham Tetap Naik
• 5 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.