Pemerintah Iran telah menetapkan tanggal Idul Fitri 1447 Hijriah. Lebaran tahun ini di Iran akan dirayakan pada 21 Maret.
Dilansir AFP, Jumat (20/3/2026), kantor pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa setelah pengamatan bulan, 20 Maret 2026 akan menjadi hari ke-30 bulan suci Ramadan, serta diikuti oleh Idul Fitri yang menandai berakhirnya masa puasa di hari berikutnya.
Pengumuman tersebut juga digaungkan di Irak, yang juga memiliki mayoritas Syiah, oleh ulama Syiah terkemuka negara itu, Ayatollah Ali al-Sistani.
Waktu perayaan Idul Fitri ditentukan berdasarkan penampakan bulan sabit, sesuai dengan kalender lunar Muslim.
Tahun ini, hari terakhir Ramadan di Iran bertepatan dengan Nowruz, tahun baru yang dirayakan di Iran pada ekuinoks musim semi.
Sejumlah negara di Timur Tengah juga telah menetapkan tanggal Lebaran tahun ini. Arab Saudi menetapkan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Idul Fitri ditetapkan setelah hilal tidak terlihat pada Rabu malam atau pada 29 Ramadan 1447 H.
Dilansir Arab News, Kamis (19/3), Mahkamah Agung Arab Saudi menyatakan bulan sabit Syawal tidak terlihat pada Rabu, 18 Maret 2026.
Dengan demikian, umat Muslim di Kerajaan Saudi akan berpuasa genap selama 30 hari tahun ini. Salat Id akan dilaksanakan 15 menit setelah matahari terbit pada hari Jumat mendatang.
Sebelumnya, Mahkamah Agung mengeluarkan seruan resmi yang mendesak umat muslim di seluruh Arab Saudi untuk melihat bulan sabit Syawal pada Rabu malam, 29 Ramadan, yang bertepatan dengan 18 Maret 2026.
Terlihatnya bulan sabit Syawal menandai puncak bulan suci Ramadan dan awal perayaan Idul Fitri selama seminggu di Kerajaan.
Dilansir Al Arabiya, Mahkamah Agung Arab Saudi menyatakan hari Kamis sebagai hari terakhir Ramadan dan hari Jumat sebagai hari pertama Idul Fitri, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Saudi.
UEA, Qatar, dan Bahrain juga mengumumkan hari Jumat, 20 Maret, sebagai hari pertama Idul Fitri tahun 2026.
(ygs/ygs)





