Kata Kompolnas soal Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memastikan Polda Metro Jaya menangani kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus secara akuntabel.

Komisioner Kompolnas Choirul Anam bahkan mengaku turut serta mengawasi proses pengungkapan kasus penyiraman air keras kepada aktivis itu di Polda Metro Jaya.

BACA JUGA: Apa Motif Anggota BAIS TNI Menyiram Aktivis KontraS dengan Air Keras?

"Saya kira yang paling penting dalam proses penyampaian Polda Metro Jaya kemarin dan saya juga terlibat di sana, adalah proses (penyelidikan) itu selama ini secara akuntabel," kata Anam dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Indikator dari akuntabilitas Polda Metro Jaya dalam menangani kasus ini, kata dia, bahwa setiap proses yang dilaksanakan ditunjukkan kepada publik, mulai penanganan yang ditunjukkan, hasil dari proses ditunjukkan, bahkan bentuk konkretnya juga diperlihatkan.

BACA JUGA: WFH Bisa Menjadi Langkah Strategis Efisiensi BBM

"Nah, bentuk konkretnya apa? Ya CCTV bahkan sampai inisial nama. Ini merupakan langkah positif yang sangat baik terhadap bagaimana proses penegakan hukum itu berlangsung," tuturnya.

Kemudian, semua basis itu adalah basis yang bisa dicek oleh semua pihak, baik itu CCTV-nya, jumlah titiknya, bahkan apa yang terjadi dalam insiden itu semua bisa dicek oleh publik.

BACA JUGA: Penjelasan Kompol Jenny soal Penyerangan Nakes, 12 Orang Ditangkap

Menurut dia, proses penegakan hukum atas kasus penyiraman air keras ini yang ditangani Polda Metro Jaya merupakan langkah positif.

"Ini langkah positif dari Polda Metro Jaya yang perlu kita dukung untuk pengungkapan kasus ini," katanya.

"Saya kira akuntabilitas menjadi kunci bagaimana penegakan hukum itu berlangsung," sambung Anam.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya ungkap dua inisial terduga pelaku kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.

"Saat dapat kami informasikan bahwa dua orang yang tadi kami tunjukkan tersebut dari satu data Polri ini satu inisial BHC, dan satu inisial MAK," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3).

Namun demikian Iman menjelaskan dari hasil penyelidikan tidak menutup kemungkinan juga bahwa pelaku diduga berjumlah lebih dari empat orang, sebagaimana informasi awal yang disampaikan serta berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi yang sudah dimintai keterangan yaitu 15 orang saksi.

Selain itu, Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto mengatakan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah menahan empat orang personel TNI atas dugaan keterlibatan dalam kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.

Keempat orang yang ditahan Puspom TNI tersebut adalah anggota TNI yang berdinas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis atau Denma BAIS TNI. Keempat pelaku itu berinisial NDP, SL, BWH, dan ES.

Dari penjelasan polisi dan TNI terdapat perbedaan inisial pelaku yang berhasil diidentifikasi.(ant/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Tak Gelar Open House: Saya Ngirit-Ngirit
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Teleskop Tangkap Keindahan Nebula Mata Kucing, Jejak Kematian Sebuah Bintang
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Simak Imbauan Menag soal Perbedaan Perayaan Idulfitri 2026
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Presiden jelaskan alasan RI gabung Board of Peace dan posisi saat ini
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Polemik Ijazah Jokowi, Ade Darmawan: Analisis Fotokopi Bukan Anatomi
• 11 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.