Baterai Baru BYD Bisa Cas 5 Menit, Diler di China Diserbu Konsumen

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Peluncuran teknologi baterai generasi terbaru dari BYD langsung mendapat respons positif dari pasar domestik. Sejak diperkenalkan pada awal Maret 2026, minat konsumen terhadap Blade Battery generasi kedua dan sistem pengisian cepat Flash Charging 2.0 dilaporkan meningkat signifikan di berbagai wilayah China.

Berdasarkan laporan Car News China, fenomena tersebut terlihat di salah satu diler BYD di Shandong, di mana jumlah pengunjung dan permintaan test drive melonjak tajam. Konsumen berbondong-bondong datang untuk melihat langsung performa teknologi terbaru tersebut, terutama setelah viral di media sosial lokal.

Teknologi Blade Battery generasi kedua ini memang dikembangkan untuk menjawab berbagai tantangan kendaraan listrik, termasuk performa pengisian daya dan efisiensi di suhu ekstrem. Dalam kondisi ideal, baterai ini mampu mengisi daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu sekitar lima menit, dan mencapai 97 persen dalam waktu sembilan menit.

Kemampuan tersebut tetap terjaga bahkan dalam kondisi suhu dingin ekstrem. Pada suhu minus 30 derajat Celsius, pengisian daya dari 20 persen hingga 97 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menit, meningkat signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Untuk mendukung performa tersebut, BYD juga mempercepat pengembangan infrastruktur melalui strategi “Flash Charging China”. Perusahaan menargetkan pembangunan sekitar 20.000 stasiun pengisian daya berdaya tinggi hingga akhir 2026, termasuk di jaringan jalan tol dan kerja sama dengan operator eksisting.

Tingginya rasa penasaran konsumen juga dipicu oleh pemberitaan media dan diskusi di platform digital, yang menyoroti peningkatan performa baterai terutama untuk penggunaan di musim dingin. Kondisi ini membuat banyak calon pembeli ingin membuktikan langsung kemampuan teknologi tersebut.

Sejumlah tenaga penjual di diler menyebut, konsumen banyak menanyakan detail terkait kecepatan pengisian dan performa baterai saat suhu rendah. Bahkan, antrean untuk test drive dan demonstrasi kendaraan sempat terjadi akibat lonjakan pengunjung.

Sebelumnya, pengembangan Blade Battery generasi kedua ini juga disebut menjadi langkah strategis BYD untuk menjawab perlambatan penjualan di awal 2026. Kombinasi antara peningkatan teknologi baterai dan ekspansi infrastruktur pengisian daya dinilai menjadi kunci untuk menjaga daya saing di pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif.

Dengan respons pasar yang positif, validasi langsung dari konsumen diharapkan dapat memperkuat posisi BYD dalam menghadapi tekanan biaya, pengembangan jaringan, serta persaingan ketat di industri kendaraan listrik global.

Kemungkinan teknologi ini masuk ke Indonesia

Kabarnya, pabrikan jenama China ini tengah mengkaji pengaplikasiannya di negara lain. Jadi bukan tidak mungkin, nantinya pengisian daya instant ini juga masuk ke Tanah Air.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menjelaskan, BYD saat ini setidaknya telah mendirikan 1.000 SPKLU Flash Charging di negara asalnya. Nantinya, jumlahnya tersebut akan meningkat hingga 20 ribu unit hingga akhir 2026.

“Ini bukan hanya peluncuran teknologi, tapi juga implementasi langsung. Jadi ada komitmen untuk memastikan teknologi tersebut benar-benar bisa digunakan konsumen,” ujar Luther ditemui di Cikampek, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Surat Kuasa Khusus ke Kejaksaan Negeri Surabaya
• 13 jam lalurealita.co
thumb
Prabowo Akui 1.000 Lebih Dapur MBG Bermasalah, tapi Bos BGN Galak Siap "Suspend"
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
• 19 jam lalucelebesmedia.id
thumb
MK Hapus Pensiunan DPR, Ahmad Doli Kurnia: Saatnya Aturan Sejak Tahun 1980 Direformasi
• 17 jam laludisway.id
thumb
Laris Manis! Ratusan Kulit Ketupat di Jatinegara Ludes Terjual
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.