REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK — Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan Polri menyiapkan pengamanan rangkaian Idulfitri 1447 Hijriyah, mulai malam takbiran hingga pelaksanaan shalat Id. Langkah ini menjadi bagian dari Operasi Ketupat 2026.
Ia menjelaskan, pengamanan tidak hanya berfokus pada arus lalu lintas, melainkan juga mencakup tempat ibadah dan pusat aktivitas masyarakat. Personel disiagakan di titik-titik prioritas.
“Operasi Ketupat ada lima klaster. Tempat-tempat ibadah, pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu bukan hanya memantau arus lalu lintas, tetapi juga mengamankan rangkaian perayaan Idul Fitri, baik takbiran maupun shalat Id,” kata Agus di Command Center Korlantas Polri, Cikampek, Kamis (19/3/2026) malam.
Ia merinci lima klaster tersebut meliputi jalan tol, jalan arteri, penyeberangan, simpul transportasi seperti terminal, bandara, dan stasiun, serta tempat ibadah. Pengamanan juga diperluas ke jalur menuju kawasan wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas pasca-Lebaran.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Agus menekankan, pengamanan dilakukan untuk menjaga kondisi tetap kondusif selama momentum Lebaran. Penempatan personel dilakukan di berbagai objek vital dan titik keramaian.
Di sisi lain, kondisi arus lalu lintas pada masa mudik masih terkendali meski sempat terjadi bangkitan arus pada Kamis (19/3/2026) siang. Korlantas tetap memberlakukan one way nasional untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di ruas tol.
“Sampai saat ini kondisi cukup terkendali. Tadi pukul 10.00 sampai 11.00 WIB sempat terjadi bangkitan arus sehingga parameter yang digunakan sebelum dan sesudah one way menunjukkan karakter berbeda,” ujar Agus.