Efisiensi Anggaran Rp308 Triliun, Prabowo: Jika Tidak Dipotong Bisa Mengarah Korupsi

kompas.tv
11 jam lalu
Cover Berita
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berdiskusi dengan beberapa jurnalis senior, ekonom, dan pengamat di kediaman pribadi Presiden RI, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026). (Sumber: Antara/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Presiden Prabowo Subianto memaparkan alasan di balik kebijakan pemangkasan belanja anggaran negara yang dinilai tidak produktif. Ia menegaskan langkah efisiensi dilakukan untuk mencegah potensi kebocoran dan korupsi dalam pengelolaan keuangan negara.

Dalam siaran “Presiden Prabowo Menjawab” bersama pakar dan jurnalis, Prabowo mengungkapkan pada tahap awal, pemerintah berhasil menghemat anggaran hingga Rp308 triliun.

“Waktu pertama melakukan efisiensi, kita menghemat Rp308 triliun dari pemerintah pusat. Dari mana itu? Dari semua pengeluaran yang akal-akalan. Keyakinan saya, itu semua Rp308 triliun ini jika tidak dipotong, ini ke arah korupsi,” kata Prabowo, dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga: Presiden Prabowo Sebut Lebih dari Seribu SPPG Ditutup Sementara untuk Pembenahan Kualitas

Ia menjelaskan, langkah efisiensi tersebut juga berkaitan dengan indikator ekonomi Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yang mencerminkan tingkat efisiensi investasi suatu negara. 

Menurutnya, angka ICOR Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan negara lain di kawasan.

“Jadi angka ini artinya 30 persen lebih tidak efisien dari Thailand, Malaysia, Filipina, atau Vietnam. Kalau saya pakai ini sebagai dasar, berarti mendekati GDP kita yang Rp3.700 triliun atau 230 miliar miliar dolar AS. 0 persen dari itu maka 75 miliar dolar AS. Ini tidak efisien,” terangnya. 

Baca Juga: Tanggapi Wacana Pemotongan Gaji Menteri, Purbaya Mengaku Tak Masalah: Sudah Kegedean Juga

Prabowo menyebut efisiensi yang dilakukan pemerintah saat ini baru tahap awal.

Ia mengungkap, masih banyak ruang penghematan, terutama dari belanja rutin yang tidak esensial seperti kegiatan seremonial, rapat, seminar, hingga pengadaan barang kantor yang dilakukan berulang.

Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • pemotongan anggaran
  • pemangkasan anggaran
  • prabowo subianto
  • presiden ri
  • apbn
  • korupsi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
‘Sidang Palsu’ Terkait Kasus Epstein Picu Kemarahan Politikus Partai Demokrat
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Kaltim Siaga Lebaran, Penasihat Kapolri: Pelayanan Harus Maksimal!
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Demitologisasi Beasiswa Luar Negeri
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 20 Maret 2026 di Jakarta dan Sekitarnya
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Tangerang Selatan Jumat 20 Maret 2026
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.