Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan mengevaluasi kebijakan one way nasional arus mudik Lebaran 2026 yang saat ini masih diberlakukan. Evaluasi dilakukan menyusul kondisi arus lalu lintas yang mulai melandai.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan skema one way nasional arus mudik akan segera dievaluasi pada Sabtu (21/3) pagi. Evaluasi dilakukan seiring kondisi arus lalu lintas yang mulai melandai.
“Rencana penutupan one way nasional mudik itu akan kita evaluasi besok pagi,” kata Agus, Jumat (20/3).
Ia menjelaskan, jika tidak ada lagi bangkitan arus kendaraan dan lalu lintas di tol terpantau lengang, maka skema one way akan dihentikan.
“Kalau memang bangkitan arus sudah tidak ada tanda-tanda, flow di tol itu masih lengang, termasuk juga traffic counting-nya rendah, nanti akan kita cabut atau dihentikan one way nasional mudik. Kemungkinan siang akan kita cabut,” ujarnya.
Agus juga menjelaskan puncak arus mudik terjadi pada 18–19 Maret dengan total kendaraan mencapai sekitar 270 ribu unit. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu.
“Yang kedua, untuk di jalan tol, kita ketahui bahwa puncak arus mudik terjadi pada tanggal 18 dan 19, dengan kurang lebih 270.000 kendaraan. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, ada peningkatan 4,26%. Tahun lalu sebanyak 258 ribu kendaraan. Maka dari itu, one way nasional yang dibuka pada tanggal 18 akan kami evaluasi besok pagi (Sabtu, 21/3),” ujarnya.
Selain arus tol, Agus menyebut kondisi di jalur arteri hingga simpul transportasi seperti pelabuhan, terminal, bandara, dan stasiun juga relatif terkendali.





