JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana berbeda tampak di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/3/2026) pagi.
Sekitar pukul 06.00 WIB, stasiun transit yang biasanya dipadati penumpang pada jam sibuk itu justru terlihat lengang, tanpa gemuruh langkah kaki dan tanpa desak-desakan khas pagi hari.
Di area concourse atau aula utama, tidak terdengar riuh percakapan yang saling bertumpuk.
Baca juga: Arus Mudik Melonjak, Pasar Senen Jadi Stasiun Terpadat di Jakarta
Langkah kaki penumpang terdengar ringan dan terputus-putus, tidak lagi menyatu menjadi gemuruh seperti pada hari kerja biasa.
Gerbang tiket elektronik tampak lowong tanpa antrean panjang, hanya sesekali terdengar bunyi “bip” dari kartu yang ditempelkan.
Beberapa penumpang berjalan santai menuju peron, sebagian lainnya baru tiba tanpa tergesa-gesa.
Fasilitas pendukung seperti eskalator dan tangga manual ke arah Bogor, Bekasi, Jakarta Kota terlihat sangat longgar. Tidak ada antrean, hanya suara mesin eskalator yang berjalan konstan mengisi ruang.
Papan informasi digital dan penunjuk arah menuju peron terlihat jelas tanpa terhalang kerumunan.
Baca juga: Stasiun Pasar Senen Dipadati Pemudik, Penumpang Meluber hingga Duduk Lesehan
Tidak ada suara petugas yang harus berulang kali mengingatkan penumpang untuk merapat atau antre, seperti yang kerap terjadi saat kondisi padat.
Di tengah suasana yang lebih tenang ini, sejumlah petugas keamanan dari PAM KCI dengan rompi hijau neon tetap berjaga.
Mereka berdiri di beberapa titik, baik secara individu maupun berkelompok, memastikan alur penumpang tetap tertib.
“Memang lebih sepi dibanding hari biasa. Sudah mulai terasa suasana Lebaran,” ujar salah satu petugas keamanan di lokasi.
“Penumpang juga lebih santai, tidak terburu-buru seperti biasanya,” lanjutnya.
Baca juga: Jam Operasional Transjakarta ke Stasiun Diperpanjang Selama Libur Lebaran
Di area peron, suasana lengang semakin terasa. Saat kereta Commuter Line tiba, tidak ada suara gaduh penumpang yang berebut posisi.