REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022–2027 Saifullah Yusuf mengatakan PBNU saat ini memfokuskan konsolidasi organisasi untuk mempersiapkan pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang direncanakan berlangsung pada pertengahan 2026.
“Sekarang semuanya sedang konsolidasi untuk persiapan Muktamar. Jadi fokus kami sekarang semua ke Muktamar, rencananya antara Juli atau Agustus,” kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama di Gedung PWNU Jatim, Surabaya, belum lama ini.
Baca Juga
Tren Penyewaan Tas Mewah dan Penjualan Tesla Model Y
Polda Metro Minta Warga tak Konvoi Saat Malam Takbiran
Gunakan THR untuk Investasi Saham, Ini Tips bagi Pemula
Ia menjelaskan, persiapan muktamar tersebut meliputi konsolidasi internal organisasi hingga verifikasi administrasi kepengurusan yang berhak menjadi peserta dalam forum tertinggi organisasi tersebut.
Selain melakukan konsolidasi organisasi, ia juga menyampaikan, PBNU sedang memanfaatkan momentum silaturahim dengan para ulama sepuh untuk memohon doa restu menjelang pelaksanaan muktamar.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Acara peringatan Harlah Ke-100 NU Mengangkat tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia yang dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR, jajaran Pengurus Besar NU, pengurus wilayah, pengurus cabang, hingga badan otonom NU. - (Edwin Putranto/Republika)
Ia menuturkan, agenda silaturahim tersebut antara lain dengan sejumlah kiai sepuh di berbagai pesantren di Jawa Timur.“Nanti setelah itu saya biasanya akan lanjut sowan pada beberapa ulama, khususnya kiai-kiai sepuh seperti ke Ploso, Lirboyo, Kiai Hamid Pasuruan, Kiai Fuad Sidogiri, dan beberapa lagi yang lain untuk mohon doa restu,” ujar dia.
Sementara itu, terkait lokasi pelaksanaan muktamar, ia mengatakan hingga kini masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan karena harus melalui mekanisme rapat organisasi. Ia menyebut terdapat sejumlah alternatif lokasi, baik di wilayah Jawa maupun di luar Jawa yang tengah dipertimbangkan oleh PBNU.
“Untuk lokasinya sendiri masih belum ditentukan. Ada beberapa pilihan, tapi nanti akan diputuskan melalui proses rapat,”tutur dia.