Blangkejeren, Gayo Lues (ANTARA) - Sebanyak dua ekor sapi jenis Limousin kiriman Presiden Prabowo Subianto tiba di Desa Agusen, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Jumat pagi.
Kepala Desa Agusen Ramadhan ditemui di desanya itu di Gayo Lues, mengatakan sapi tersebut akan dipotong bersama warga pada pagi itu juga, sedangkan dagingnya langsung dibagikan secara merata agar setiap keluarga dapat menikmati dalam tradisi Meugang menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Ya jadi total ada empat, dua sapi dari hasil urunan warga, dua sapi dari Bapak Presiden Prabowo. Tidak ada banyak yang bisa disampaikan, terima kasih Pak. Kami korban bencana tapi juga Lebaran gembira," kata dia.
Desa Agusen salah satu di antara 1.455 desa di Aceh yang menerima bantuan sapi untuk tradisi Meugang. Masyarakat korban banjir bandang pada November 2025 menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap kondisi mereka.
Baca juga: 852 gampong di Aceh Utara dapat bantuan sapi meugang dari Presiden
Salah seorang warga setempat, Syahril, yang rumahnya hanyut diterjang banjir, mengatakan bantuan itu menjadi pelipur lara di tengah persiapan Lebaran.
“Syukur kami. Pemerintah hadir, Presiden yang jauh di Jakarta di pusat sana rasanya berada di tengah-tengah kami juga,” kata dia.
Desa Agusen termasuk wilayah terdampak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025. Desa ini dihuni 279 keluarga yang tersebar di empat dusun, yaitu Toa, Uken, Singah Mule, dan Pal15.
Di Dusun Uken, 67 kepala keluarga kehilangan rumah, sedangkan di Singah Mule empat rumah hanyut. Di Toa, tiga rumah hanyut dan 25 rumah mengalami kerusakan berat. Dusun Pal15 terisolasi selama tiga minggu karena jalan tertimbun longsor, sehingga distribusi logistik membutuhkan waktu yang cukup lama.
Kini, 155 kepala keluarga menempati hunian sementara (huntara) karena rumah mereka rusak atau hanyut, sedangkan sisanya memilih memperbaiki rumah lama dengan memanfaatkan material sisa banjir.
Kedatangan sapi kiriman Presiden diharapkan tidak hanya menjadi santapan Lebaran bagi warga, tetapi juga menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap masyarakat korban bencana serta kelanjutan tradisi Meugang yang telah menjadi bagian dari identitas budaya lokal di Gayo Lues.
Baca juga: Korban banjir Pante Bidari masak daging bersama jaga tradisi meugang
Baca juga: Sebanyak 905 KK di Aceh Besar terima bantuan daging "meugang" Presiden
Kepala Desa Agusen Ramadhan ditemui di desanya itu di Gayo Lues, mengatakan sapi tersebut akan dipotong bersama warga pada pagi itu juga, sedangkan dagingnya langsung dibagikan secara merata agar setiap keluarga dapat menikmati dalam tradisi Meugang menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Ya jadi total ada empat, dua sapi dari hasil urunan warga, dua sapi dari Bapak Presiden Prabowo. Tidak ada banyak yang bisa disampaikan, terima kasih Pak. Kami korban bencana tapi juga Lebaran gembira," kata dia.
Desa Agusen salah satu di antara 1.455 desa di Aceh yang menerima bantuan sapi untuk tradisi Meugang. Masyarakat korban banjir bandang pada November 2025 menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden terhadap kondisi mereka.
Baca juga: 852 gampong di Aceh Utara dapat bantuan sapi meugang dari Presiden
Salah seorang warga setempat, Syahril, yang rumahnya hanyut diterjang banjir, mengatakan bantuan itu menjadi pelipur lara di tengah persiapan Lebaran.
“Syukur kami. Pemerintah hadir, Presiden yang jauh di Jakarta di pusat sana rasanya berada di tengah-tengah kami juga,” kata dia.
Desa Agusen termasuk wilayah terdampak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025. Desa ini dihuni 279 keluarga yang tersebar di empat dusun, yaitu Toa, Uken, Singah Mule, dan Pal15.
Di Dusun Uken, 67 kepala keluarga kehilangan rumah, sedangkan di Singah Mule empat rumah hanyut. Di Toa, tiga rumah hanyut dan 25 rumah mengalami kerusakan berat. Dusun Pal15 terisolasi selama tiga minggu karena jalan tertimbun longsor, sehingga distribusi logistik membutuhkan waktu yang cukup lama.
Kini, 155 kepala keluarga menempati hunian sementara (huntara) karena rumah mereka rusak atau hanyut, sedangkan sisanya memilih memperbaiki rumah lama dengan memanfaatkan material sisa banjir.
Kedatangan sapi kiriman Presiden diharapkan tidak hanya menjadi santapan Lebaran bagi warga, tetapi juga menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap masyarakat korban bencana serta kelanjutan tradisi Meugang yang telah menjadi bagian dari identitas budaya lokal di Gayo Lues.
Baca juga: Korban banjir Pante Bidari masak daging bersama jaga tradisi meugang
Baca juga: Sebanyak 905 KK di Aceh Besar terima bantuan daging "meugang" Presiden





