Serangan AS-Israel Picu Krisis, Trump Minta Israel Setop Targetkan Fasilitas Energi Iran

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perang yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran sejak 28 Februari kian meluas dampaknya, termasuk mengguncang pasar energi global. Ketegangan meningkat setelah serangan terhadap fasilitas gas utama Iran memicu aksi balasan yang menyasar infrastruktur energi di kawasan Teluk.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (19/3/026) mengaku telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak mengulangi serangan terhadap infrastruktur gas alam Iran. Pernyataan itu disampaikan Trump di Ruang Oval saat bertemu Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Baca Juga
  • Iran Pertimbangkan Tampil di Piala Dunia 2026, tapi tak Mau Bermain di AS
  • Media Turki: Iran Hancurkan 12 Sistem Radar Pertahanan AS di Kawasan Teluk
  • Iran Nonsetop Serang Israel, Kilang Minyak Haifa Kena Rudal

“Saya mengatakan kepadanya, ‘Jangan lakukan itu’, dan dia tidak akan melakukannya,” kata Trump kepada wartawan.

Permintaan tersebut muncul setelah harga energi melonjak tajam akibat eskalasi serangan di sektor energi. Iran sebelumnya membalas serangan Israel terhadap ladang gas utama dengan menyerang Kota Industri Ras Laffan di Qatar, yang memproses sekitar seperlima gas alam cair dunia. Serangan itu menyebabkan kerusakan besar yang diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Tidak hanya itu, pelabuhan utama Arab Saudi di Laut Merah juga diserang, di tengah upaya negara tersebut mengalihkan sebagian ekspor untuk menghindari potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Jalur ini selama ini menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Serangan-serangan tersebut menegaskan kemampuan Iran untuk memberikan dampak besar terhadap kampanye militer AS-Israel sekaligus menunjukkan keterbatasan sistem pertahanan udara dalam melindungi aset energi strategis di kawasan Teluk.

Di tengah meningkatnya konflik, Netanyahu justru menyampaikan gagasan pembangunan jaringan pipa minyak dan gas baru dari kawasan Teluk menuju pelabuhan Israel di Laut Tengah. Menurut dia, jalur energi tersebut dapat menjadi alternatif untuk menghindari risiko keamanan di Selat Hormuz.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Reuters
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Soroti Mobil Dinas Kepala Daerah Rp8 Miliar
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Viral Pembalap Muda Nasional Aldi Satya jadi Korban Tabrak Lari di Jogja
• 14 menit lalurctiplus.com
thumb
Benarkah Tidak Boleh Makan Nanas saat Haid? Cek Faktanya!
• 2 jam lalutheasianparent.com
thumb
Borussia Monchengladbach Lepas Kevin Diks ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
• 2 jam lalubola.com
thumb
PWNU Aceh tuntaskan penyaluran bantuan Liga Muslim Dunia
• 4 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.