EtIndonesia. Banyak orang suka membaca kisah-kisah inspiratif tentang kehidupan yang penuh makna. Lalu, kisah seperti apa yang benar-benar bisa memberi pelajaran hidup? Yuk, kita simak bersama.
Kisah: Mengeluh Tidak Ada Gunanya, Lebih Baik Bertindak
“Apa gunanya terus mengeluh? Lebih baik diam dan mulai bertindak.”
Kalimat ini bukan kutipan tokoh terkenal, melainkan nasihat sederhana dari seorang ayah kepada anaknya. Namun justru karena nasihat itulah, sang ayah berhasil membentuk anaknya menjadi sosok yang luar biasa. Anak itu bernama Zhang Mingzheng.
Zhang Mingzheng lahir dari keluarga miskin. Saat sekolah, prestasinya tidak menonjol, bahkan sering dimarahi guru. Setelah lulus SMA, nilainya tidak cukup untuk masuk universitas biasa.
Ketika hasil ujian keluar, bukannya introspeksi diri, Zhang Mingzheng justru terus mengeluh. Dia menyalahkan kondisi keluarganya yang kurang mampu, dan menyalahkan orangtuanya karena tidak memberinya lingkungan belajar yang baik.
Selama ini, setiap kali anaknya mengeluh, sang ayah merasa bersalah. Dia menganggap dirinya memang tidak mampu memberikan kehidupan yang lebih baik. Karena itu, dia selalu dengan sabar menasihati anaknya agar berusaha sendiri dan tidak mengulangi kegagalannya.
Namun kali ini, sang ayah tidak lagi diam.
Dengan penuh emosi, dia berkata: “Zhang Mingzheng! Kegagalan hidupku adalah karena aku tidak mampu! Tapi kegagalanmu adalah tanggung jawabmu sendiri! Terus mengeluh tanpa henti tidak akan mengubah apa-apa. Lebih baik diam dan mulai bertindak!”
Ledakan emosi dari ayahnya yang biasanya lembut itu membuat Zhang Mingzheng terdiam… sekaligus tersadar.
Sejak saat itu, dia berhenti mengeluh.
Dia belajar dengan sungguh-sungguh selama satu tahun, dan akhirnya berhasil diterima di Universitas Fu Jen, Taiwan, jurusan Matematika Terapan.
Perubahan Besar dalam Hidupnya
Sejak itu, Zhang Mingzheng tidak lagi:
- Mengeluh tentang kemiskinan,
- Menyalahkan keadaan,
- Atau merasa hidup tidak adil.
Dia memilih untuk menghadapi kesulitan dengan berani.
Dia menyadari bahwa meskipun dia tertinggal di garis start kehidupan, satu-satunya cara untuk mengubah hasil akhir adalah berlari sekuat tenaga, bukan terus mengeluh karena memulai lebih lambat.
Setelah lulus kuliah, dia bekerja keras dan akhirnya mendirikan perusahaannya sendiri.
Dari pengalaman hidupnya, dia menjadikan prinsip: “Lebih baik diam dan bertindak daripada mengeluh”, sebagai budaya perusahaan, dan menanamkannya kepada seluruh karyawan.
Hasilnya?
Perusahaannya berkembang pesat.
Dalam waktu lebih dari 10 tahun, dia memulai bisnis hanya dengan 5.000 dolar di Los Angeles, melewati berbagai kegagalan dan tantangan, hingga akhirnya membangun perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia, yaitu Trend Micro.
Perusahaan tersebut memiliki nilai pasar mencapai 7 miliar dolar, dan masuk dalam daftar 100 perusahaan publik paling populer di dunia versi majalah ternama.
Zhang Mingzheng sendiri bahkan dua tahun berturut-turut terpilih sebagai “Bintang Asia” oleh majalah BusinessWeek.
Pesan Moral
Kalimat “lebih baik diam dan bertindak daripada mengeluh” memang terdengar sederhana, tapi sangat sulit untuk benar-benar dijalani seumur hidup.
Kenapa?
Karena hidup selalu penuh dengan tantangan dan kegagalan.
Sebagian besar orang, saat menghadapi kesulitan, cenderung mengeluh.
Namun hanya sedikit orang yang mampu:
- Menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan,
- Mengubah energi mengeluh menjadi aksi nyata.
Dan justru mereka inilah yang akhirnya berhasil.
Intinya:
Kalau kamu ingin sukses, berhentilah mengeluh.
Ubah energi negatif dari keluhan menjadi energi positif untuk bertindak.
Kalau kamu bisa melakukan itu, pelan-pelan kamu pasti akan:
- Mengatasi kesulitan,
- Dan menemukan jalan suksesmu sendiri.




