Liputan6.com, Jakarta - Presiden Korsel atau Korea Selatan Lee Jae Myung menekankan perlunya persiapan menghadapi konflik berkepanjangan yang terjadi di Timur Tengah sekaligus mengambil langkah antisipasi jika harga minyak kembali bergejolak.
"Sekarang kita perlu mengembangkan langkah-langkah dengan asumsi situasi berkepanjangan, termasuk skenario terburuk," ujar Lee dalam rapat pemerintah, melansir Antara, Rabu 18 Maret 2026.
Advertisement
Ia mengatakan jika dinamika internasional ini berlanjut, harga minyak yang stabil baru-baru ini bisa saja kembali melonjak sehingga meningkatkan tekanan terhadap ekonomi dan standar hidup.
Lee memerintahkan para pejabat Korsel untuk memanfaatkan saluran diplomatik sebagai upaya memastikan pasokan energi alternatif yang stabil bahkan berkelanjutan.
Sebagai tindakan lanjutan, Lee menekankan perlunya persiapan menghadapi konflik berkepanjangan di Timur Tengah sekaligus mengantisipasi lonjakan harga minyak.
Ia juga meminta kerja sama internasional, diversifikasi sumber energi, dan strategi mitigasi lebih diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah memperkuat cadangan energi strategis, meningkatkan efisiensi konsumsi energi di sektor industri dan transportasi, serta mempercepat pengembangan energi terbarukan sebagai langkah jangka panjang.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak dan menjaga ketahanan energi nasional di tengah gejolak geopolitik yang belum juga mereda.



