Polda Metro Jaya Pastikan Inisial Tersangka Air Keras KontraS Akurat Lewat Metode SCI

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID– Silang sengkarut data mengenai inisial tersangka kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, akhirnya menemui titik terang.

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa seluruh proses pengungkapan pelaku didasarkan pada metode Scientific Crime Investigation (SCI) yang memiliki akurasi tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, meluruskan kabar yang sempat simpang siur terkait perbedaan inisial tersangka antara pihak kepolisian dan TNI.

BACA JUGA:Prabowo: Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus Adalah Terorisme, Harus Diusut hingga Dalang

Ia memastikan bahwa data yang dikantongi penyidik sudah sinkron melalui analisis forensik digital.

"Polda Metro Jaya menggunakan scientific crime investigation. Untuk inisial BHC itu sebenarnya sama dengan BHW, kemudian dari kami juga ada tersangka berinisial MAK," tegas Kombes Budi Hermanto kepada awak media, Jumat (20/3).

Terkait adanya perbedaan detail informasi yang sempat mencuat dari pihak Markas Besar TNI, Budi meminta publik untuk melakukan konfirmasi langsung kepada institusi terkait mengenai peran masing-masing oknum di lapangan.

"Kalau ada perbedaan dari pihak TNI, silakan ditanyakan ke sana peran serta masing-masing apa. Yang jelas, hasil penyidikan di Polda Metro Jaya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," tuturnya diplomatis.

BACA JUGA:Usman Hamid Desak Kasus Teror Air Keras Masuk Peradilan Umum, Jangan Sampai Lenyap di Yurisdiksi Militer

Status Pelimpahan: Koordinasi Intensif, Belum Resmi Oper

Hingga saat ini, Polda Metro Jaya belum menyerahkan perkara ini secara resmi ke ranah militer atau sebaliknya. Namun, komunikasi di level pimpinan dan penyidik terus berjalan guna memastikan tidak ada mata rantai fakta yang terputus.

Diakuinya saat ini baru tahap koordinasi teknis, pelimpahan berkas perkara secara resmi masih dalam proses.

Budi mengungkapkan bahwa perbedaan mekanisme peradilan (Umum vs Militer) menjadi faktor krusial yang sedang disinkronkan.

Tim penyidik terus memastikan peran eksekutor dan aktor intelektual tetap sejalan antara temuan Polri dan TNI.

Sebelumnya, Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyatakan telah mengamankan 4 oknum anggota TNI berinisial NDP, SL, BWH, dan ES yang kini mendekam di Pomdam Jaya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IDAI Bagikan Tips Wisata Bareng Anak saat Ramai Libur Lebaran 2026
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tempat gelar shalat Idul Fitri di Jakarta pada Jumat
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Respons Cepat, Layanan 110 Polda Sumsel Selamatkan Warga Coba Akhiri Hidup di Jembatan Ampera
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Topik Obrolan yang Perlu Dihindari saat Kumpul Keluarga Besar
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bukber di Ponorogo, Yayasan Whana Chatra Wajibkan SPPG Transparan Sajikan Menu “Mewah” Bergizi
• 23 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.