Tangerang, ERANASIONAL.COM – Kualitas layanan keimigrasian Indonesia kini dinilai telah setara dengan bandara-bandara kelas dunia.
Pencapaian ini merupakan hasil dari peningkatan berkelanjutan yang dilakukan, baik dari sisi teknologi maupun sumber daya manusia.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menjelaskan bahwa penilaian kualitas layanan dilakukan berdasarkan pengalaman langsung pengguna jasa dari berbagai negara.
“Penilaian tersebut mencakup beberapa aspek utama, yaitu efisiensi waktu tunggu, optimalisasi teknologi autogate, ketersediaan jalur prioritas, serta profesionalisme petugas di lapangan. Keempat aspek ini yang terus kami jaga dan tingkatkan,” ujar Yuldi dalam konferensi persnya, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan tersebut telah membuahkan hasil nyata. Dalam dua tahun terakhir, layanan keimigrasian Indonesia berhasil meraih pengakuan internasional, sejajar dengan bandara besar dunia seperti Singapore Changi Airport, Bangkok International Airport, dan Hong Kong International Airport.
Yuldi menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari transformasi digital yang terus didorong oleh pemerintah melalui berbagai program strategis di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Teknologi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Kami terus memperkuat transformasi digital guna menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan ramah bagi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut momentum arus mudik Lebaran menjadi ajang pembuktian bahwa layanan keimigrasian Indonesia mampu memberikan pelayanan berstandar internasional di tengah lonjakan penumpang.
“Kami memastikan pelayanan keimigrasian selama periode mudik Lebaran berjalan dengan baik, lancar, dan terkendali,” kata Yuldi.
Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran imigrasi, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang dinilai berhasil menghadirkan layanan cepat, responsif, dan berorientasi pada kenyamanan pengguna jasa.
Tak hanya itu, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas bandara, turut berperan dalam menciptakan layanan keimigrasian yang semakin optimal dan terintegrasi.
“Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.





