Pertemuan Prabowo-Megawati Dinilai Jadi Sinyal Persatuan Nasional

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pertemuan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai sinyal penguatan persatuan nasional di tengah ketidakpastian global. Interaksi kedua tokoh tersebut dipandang memiliki makna strategis dalam menjaga stabilitas politik dalam negeri.

Co-Founder Forum Intelektual Muda Muhammad Sutisna menyebut pertemuan itu sebagai momentum penting bagi keutuhan bangsa. Ia menilai komunikasi antarelite menjadi bagian dari upaya menghadapi dinamika global yang terus berkembang.

"Pertemuan Prabowo-Megawati harus dibaca sebagai panggilan sejarah untuk menjaga keutuhan NKRI di tengah badai dunia," ujar Sutisna dikutip dari ANTARA, Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, kondisi global saat ini menuntut setiap negara memperkuat fondasi internal. Indonesia, kata dia, tidak boleh terpecah oleh perbedaan politik maupun kepentingan kelompok.

"Situasi global saat ini benar-benar menguji ketahanan setiap bangsa. Indonesia tidak boleh terpecah oleh perbedaan politik atau ego kelompok," ujar Sutisna.

Dalam konteks tersebut, pendekatan kebijakan berbasis sense of priority dan sense of urgency dinilai relevan. Prinsip tersebut juga menjadi bagian dari pembahasan dalam pertemuan kedua tokoh.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa Megawati memberikan masukan kepada Presiden terkait pendekatan tersebut. Menurutnya, arah kebijakan perlu menyesuaikan dengan tantangan global yang semakin kompleks.

Baca Juga: Geopolitik Hingga Persoalan Bangsa, Begini Isi Pertemuan Prabowo dan Megawati

Sutisna menjelaskan bahwa sense of priority menekankan fokus pada sektor-sektor krusial bagi keberlangsungan negara. Beberapa di antaranya mencakup ketahanan pangan, kemandirian energi, serta perlindungan terhadap masyarakat kecil.

"Sense of priority mencakup ketahanan pangan, kemandirian energi, perlindungan rakyat kecil, penguatan industri dalam negeri, dan diplomasi yang tegas," jelas Sutisna.

Ia juga menyoroti pentingnya sense of urgency dalam pengambilan keputusan nasional. Menurutnya, langkah strategis tidak boleh tertunda hanya karena pertimbangan politik jangka pendek.

"Sense of urgency berarti kita tidak boleh lagi menunda langkah besar hanya karena pertimbangan politik jangka pendek," tambahnya.

Pembahasan dalam pertemuan tersebut turut menyinggung peran historis Indonesia di tingkat global. Referensi terhadap Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok menjadi bagian dari refleksi arah kebijakan luar negeri.

Sutisna menilai politik luar negeri bebas aktif harus dimaknai sebagai sikap aktif dalam menjaga perdamaian dunia. Pendekatan tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global.

"Politik bebas aktif bukan sikap diam, melainkan sikap aktif membela perdamaian, kedaulatan bangsa-bangsa kecil, dan tata dunia yang lebih adil," kata Sutisna.

Baca Juga: Ngamuk Soal Penyiraman Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Adalah Terorisme!

Ia menambahkan pertemuan kedua tokoh mencerminkan nilai gotong royong dalam kehidupan berbangsa. Dialog antar pemimpin dinilai menjadi salah satu cara menjaga kohesi nasional.

Forum Intelektual Muda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan di tengah situasi global yang tidak menentu. Upaya tersebut dinilai penting agar fokus pembangunan nasional tidak terganggu oleh perpecahan internal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Borussia Monchengladbach Lepas Kevin Diks ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
• 24 menit lalubola.com
thumb
Prabowo Soroti Impor Kopi dan Cokelat di Tengah Kualitas Lokal Terbaik
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kalimat yang Diucap Orang yang Kepribadiannya Tidak Baik
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bangun Pagi Langsung Minum Kopi: Kebiasaan Sehat atau Berisiko?
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal kapal terakhir, ratusan pemudik padati pelabuhan di Banjarmasin
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.