Jakarta, VIVA – Pasar mobil listrik bekas di Indonesia memasuki fase baru di awal tahun 2026. Penurunan harga yang cukup signifikan pada beberapa model populer kini mulai stabil, menciptakan peluang besar bagi konsumen yang ingin beralih ke teknologi nirkabel dengan anggaran yang lebih masuk akal.
Berdasarkan pantauan VIVA Otomotif di berbagai bursa mobil bekas, Jumat 20 Maret 2026, depresiasi ini dipicu oleh semakin banyaknya model baru yang masuk serta mulai habisnya masa garansi pada unit-unit keluaran pertama.
Dominasi Wuling di Segmen Entry Level
Wuling Air ev tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang mencari mobil listrik pertama dengan harga terjangkau. Untuk varian Standard Range lansiran 2022 hingga 2023, harga di pasar bekas kini sudah banyak yang menyentuh angka Rp95 juta hingga Rp110 jutaan.
Sementara itu, varian Long Range yang memiliki daya jelajah lebih jauh dibanderol di kisaran Rp135 juta hingga Rp150 juta. Harga ini menjadikan Air ev sebagai opsi yang sangat kompetitif dibandingkan mobil kota bermesin bensin di kelas yang sama.
Persaingan Ketat di Kelas Menengah
Munculnya brand seperti BYD dan Neta memberikan dampak besar pada stabilitas harga di segmen menengah. Neta V saat ini stabil di angka Rp180 juta hingga Rp220 juta, menjadikannya salah satu crossover listrik paling ekonomis. Di sisi lain, BYD Dolphin bekas untuk tahun produksi 2024 mulai ditawarkan di rentang Rp285 juta hingga Rp315 juta.
MG 4 EV juga menjadi sorotan dengan harga bekas yang kini berada di angka Rp310 juta hingga Rp350 juta, menawarkan performa berkendara yang sporty dengan harga yang sudah jauh terkoreksi dari harga barunya.
Koreksi Harga Hyundai Ioniq 5
Fenomena paling menarik di pasar bekas tahun ini adalah penurunan harga Hyundai Ioniq 5. Sebagai pionir mobil listrik yang dirakit lokal, ketersediaan unit bekasnya kini sangat melimpah. Unit produksi 2022 untuk tipe Signature Long Range yang dulunya sangat eksklusif, sekarang sudah bisa dipinang dengan budget sekitar Rp380 juta hingga Rp450 jutaan.
Angka ini menunjukkan depresiasi yang cukup dalam, namun sekaligus menjadi kabar baik bagi peminat SUV listrik yang mengutamakan fitur futuristik dan kenyamanan.





