Trump Tiba-Tiba Ungkit Serangan Jepang ke Amerika

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump menari selama sebuah acara di Pelabuhan Corpus Christi di Corpus Christi, Texas, AS, 27 Februari 2026. (REUTERS/Elizabeth Frantz)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyinggung sejarah sensitif Jepang saat bertemu Perdana Menteri Sanae Takaichi di Gedung Putih, Kamis (19/3/2026) waktu setempat. Pembicaraan tersebut muncul di tengah pembahasan konflik Iran.

Pernyataan itu muncul saat Trump menjawab pertanyaan wartawan terkait alasan Washington tidak memberi tahu sekutu, termasuk Jepang, sebelum melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari.

Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga unsur kejutan dalam operasi militer.


"Kami tidak memberi tahu siapa pun karena kami ingin kejutan. Siapa yang lebih tahu soal kejutan selain Jepang? Mengapa Anda tidak memberitahu saya tentang Pearl Harbor?" ujar Trump, seperti dikutip CNBC International.

Pilihan Redaksi
  • Update Perang Timur Tengah: Ekonomi Dunia Terguncang!
  • Trump Mulai Ketar-ketir, Janji Israel Tak Bakal Lagi Serang Iran
  • Ekonomi Kuba Terpuruk, Tekanan Trump Bikin Devisa Anjlok & BBM Seret

Komentar tersebut merujuk pada Attack on Pearl Harbor, serangan mendadak Jepang ke pangkalan militer AS pada 1941 yang menewaskan lebih dari 2.400 orang dan menjadi titik balik masuknya AS ke Perang Dunia II.

Dalam pertemuan itu, Takaichi dilaporkan tampak tidak nyaman, meski tetap menjaga sikap diplomatis di hadapan publik.

Trump juga mengklaim serangan ke Iran berjalan efektif. Ia menyebut operasi tersebut mampu menghancurkan sekitar 50% target yang telah diantisipasi dalam dua hari pertama.

Pertemuan kedua pemimpin turut membahas keamanan jalur energi global, khususnya di Selat Hormuz. Jepang sebelumnya menyatakan kesiapan berkontribusi menjaga keamanan pelayaran, namun belum memutuskan pengerahan kekuatan militer karena keterbatasan konstitusi pasifisnya.

Komentar Trump yang menyinggung "luka lama" Jepang ini memicu beragam reaksi. Sebagian pihak menilai pernyataan tersebut tidak sensitif terhadap sejarah, sementara lainnya menganggapnya sebagai candaan dalam konteks strategi militer modern.


(tfa/tfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Klaim Operasi Militer As Di Iran Berhasil

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PP Tunas, Menag: Akhlak anak perlu dikuatkan sebelum akses medsos
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
KCIC: Mudik dengan Whoosh didukung teknologi keselamatan terintegrasi
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Siap-Siap! Pemerintah Mau Tetapkan WFH 1 Hari Sepekan Demi Hemat BBM
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ginting Petik Pelajaran dari Chou Tien Chen diOrleans Masters 2026
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penumpang KA di Daop 3 Cirebon Tembus 10.913 Orang
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.