JAKARTA, KOMPASTV - Presiden Prabowo Subianto menilai kesiapan menjadi kunci dalam menghadapi konflik, dengan mencontohkan Iran yang disebut telah lama mempersiapkan diri untuk perang.
“Jadi kalau kita baca sejarah ribuan tahun manusia condong selalu perang. Nah, perang adalah destruktif. Kita mengerti bahwa perang itu sangat jahat. Perang itu destruktif. Perang itu harus kita hindari. at all cost,” kata Presiden Prabowo kala menjawab sejumlah pertanyaan yang disampaikan pakar dan jurnalis di Hambalang, Kamis (19/3/2026).
Namun, ia mengingatkan bahwa sikap tidak siap justru berbahaya.
“Tapi kalau kita terlalu naif, kita terlalu baik, kita enggak mau siap untuk perang, kita enggak mau belajar perang, kita enggak mau perlengkapi diri untuk perang, kita justru akan di diperangi, dihabisi. Itu sejarah dunia,” jelasnya.
Prabowo juga mengutip pandangan Thucydides.
“The strong will do what they can. The weak suffer what they must. Yang kuat akan berbuat sekehendak hatinya. Yang lemah harus menderita,” kata Presiden.
Presiden menilai Iran menunjukkan kesiapan tersebut setelah puluhan tahun menghadapi embargo.
“Jadi di 47 years dia bukan diam, dia benar-benar persiapan mempersiapkan diri," kata Presiden.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Joshua
Baca Juga: Prabowo soal BBM: Orang Kaya Pakai Mobil Mewah Bayar Harga Dunia
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- prabowo
- iran
- embargo
- perang iran israel





