AS-Jepang Sepakat Bangun Reaktor Nuklir Modular US$40 Miliar

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan proyek pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah selatan AS, sebagai bagian dari inisiatif investasi baru yang lahir dari kesepakatan dagang kedua negara.

Dalam lembar fakta Gedung Putih yang dikutip dari Bloomberg pada Jumat (20/3/2026), kedua pemimpin menyampaikan bahwa GE Vernova Inc. dan Hitachi Ltd. akan membangun reaktor nuklir modular kecil atau small modular reactor (SMR) tipe BWRX-300 di negara bagian Tennessee dan Alabama. Proyek tersebut diperkirakan menelan biaya hingga US$40 miliar.

Selain itu, Jepang juga berencana menanamkan investasi hingga US$33 miliar untuk pembangunan pembangkit listrik berbasis gas alam di Pennsylvania dan Texas.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan proyek-proyek tersebut bertujuan menstabilkan harga listrik sekaligus memperkuat posisi AS dalam persaingan teknologi global. Hal itu berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan energi dari pusat data raksasa yang mendukung pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Reaktor nuklir modular kecil tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri AS dengan menyediakan pasokan listrik yang bisa dihasilkan sesuai kebutuhan. Namun, rincian lebih lanjut termasuk jadwal operasional reaktor tersebut belum diumumkan.

Meski pemerintahan Trump dan industri nuklir tengah mempercepat pengembangan teknologi ini, sebagian besar desain SMR masih memerlukan persetujuan regulator. Hingga saat ini, belum ada SMR yang beroperasi di jaringan listrik AS.

Dibandingkan reaktor konvensional yang umumnya memiliki kapasitas sekitar 1 gigawatt, SMR memiliki kapasitas lebih kecil. Meski demikian, teknologi ini dirancang agar dapat dikembangkan lebih cepat dibandingkan pembangunan reaktor nuklir tradisional yang biasanya memakan waktu hingga satu dekade.

Kesepakatan reaktor tersebut merupakan proyek terbaru dari dana investasi sebesar US$550 miliar yang disepakati AS dan Jepang sebagai bagian dari perjanjian perdagangan. Kesepakatan itu sebelumnya juga membuat Trump menurunkan tarif impor mobil dan sejumlah pungutan lain terhadap Jepang.

Bulan lalu, kedua negara juga mengumumkan tiga proyek perdana dengan total nilai US$36 miliar, termasuk pembangunan terminal ekspor minyak AS, pembangkit listrik berbasis gas, serta fasilitas manufaktur berlian sintetis.

Selain itu, AS dan Jepang juga menandatangani kesepakatan untuk mempercepat kerja sama pengembangan mineral kritis di laut dalam, termasuk endapan rare earth di sekitar Pulau Minamitorishima milik Jepang. Kedua negara juga sepakat meningkatkan produksi serta diversifikasi pasokan mineral kritis melalui inisiatif perdagangan yang didukung mekanisme penetapan harga dasar atau langkah serupa.

Trump dan Takaichi juga menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang sains dan teknologi, antariksa, pertahanan nasional, serta keamanan kawasan.

Bagi Jepang, perjanjian perdagangan tersebut memperkuat hubungan ekonomi dengan AS, memberikan tarif yang lebih menguntungkan bagi ekspor mobil, serta membuka jalur percepatan investasi langsung di Amerika Serikat. Langkah itu juga diharapkan meredakan kekhawatiran yang sempat muncul dalam proses akuisisi US Steel oleh perusahaan Jepang yang akhirnya disetujui oleh Trump.

Sementara itu, bagi AS, Trump diperkirakan akan menampilkan proyek-proyek dari dana investasi raksasa tersebut sebagai bukti kebangkitan industri domestik sekaligus pembenaran atas kebijakan tarif agresif yang diterapkannya, yang sempat memicu ketegangan dagang dan mengubah rantai pasok global.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa skala proyek-proyek tersebut sangat besar dan menurutnya tidak akan terjadi tanpa satu faktor penting, yakni kebijakan tarif.

Meski demikian, mekanisme pasti bagaimana dana investasi senilai US$550 miliar itu akan dialokasikan masih belum sepenuhnya jelas. Nilai yang sangat besar tersebut juga berpotensi menimbulkan risiko politik bagi Jepang apabila proyek-proyek utama menghadapi kendala di kemudian hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Akan Rayakan Lebaran di Aceh Tamiang Bersama Warga
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Editorial MI: Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti
• 13 jam laludisway.id
thumb
Jamaah Shalat Id di Istiqlal Diimbau Tak Ikuti Arahan Jukir Liar
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pengakuan Pahit Fabio Quartararo: Motor Baru Yamaha M1 Bermesin V4 Tak Punya Kelebihan Sama Sekali
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.