Turun 8 Persen Secara Mingguan, Harga Emas Asia Rebound Jelang Akhir Pekan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Harga emas spot tercatat naik 1,2 persen ke level USD4.706,99 per ons.

Turun 8 Persen Secara Mingguan, Harga Emas Asia Rebound Jelang Akhir Pekan (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Harga emas rebound pada perdagangan Asia Jumat (20/3/2026), meski masih mencatatkan penurunan tajam secara mingguan seiring meningkatnya ekspektasi inflasi akibat konflik Timur Tengah.

Melansir Investing, harga emas spot tercatat naik 1,2 persen ke level USD4.706,99 per ons, sementara kontrak berjangka emas menguat 2,2 persen ke USD4.706,54 per ons. 

Baca Juga:
H-1 Lebaran, Harga Emas Pegadaian dan UBS Anjlok Rp54 Ribu per Gram 

Kenaikan ini terjadi setelah tekanan kuat yang dialami logam mulia tersebut pada sesi sebelumnya. Emas sempat anjlok pada Kamis (19/3/2026) setelah sejumlah bank sentral utama dunia mengisyaratkan sikap hati-hati terhadap dampak inflasi dari konflik Iran. 

Kondisi tersebut mendorong ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama, yang umumnya menjadi sentimen negatif bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Anjlok ke Rp2.943.000 Per Gram

Meski dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven), kinerja emas justru melemah sejak pecahnya konflik Iran pada akhir Februari. Sepanjang pekan ini, harga emas bahkan sempat turun hingga 8 persen, menjadi penurunan mingguan terdalam sejak awal 2020.

Penurunan ini juga membuat harga emas keluar dari kisaran USD5.000 hingga USD5.200 per ons yang sempat terbentuk sejak awal konflik. Aliran dana ke aset safe haven seperti emas kalah oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, yang didorong kekhawatiran inflasi.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) H-1 Lebaran Merosot Rp50 Ribu Jadi Rp2.893.000 per Gram

Di sisi lain, kenaikan harga minyak yang mendekati level tertinggi dalam empat tahun terakhir turut memperkuat tekanan inflasi global. Lonjakan ini dipicu oleh gangguan pasokan energi setelah serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah bank sentral global pun merespons dengan sikap lebih berhati-hati. Reserve Bank of Australia bahkan telah menaikkan suku bunga, sementara Federal Reserve, European Central Bank, Swiss National Bank, dan Bank of Japan memilih menahan suku bunga sambil memberikan sinyal kehati-hatian ke depan.

Pelemahan dolar AS yang menuju penurunan mingguan pertama dalam tiga pekan sempat memberikan dukungan bagi harga emas. Namun, tekanan dari ekspektasi suku bunga tinggi masih membatasi penguatan lebih lanjut.

Logam mulia lainnya juga mengalami pemulihan terbatas. Harga perak naik 0,7 persen ke USD73,22 per ons, sementara platinum melonjak 1,5 persen ke USD2.004,13 per ons. Meski demikian, secara mingguan perak dan platinum masing-masing masih turun sekitar 9,8 persen dan 2,9 persen.

Analis menilai perak lebih rentan terhadap perubahan sentimen pasar dan penguatan dolar, serta potensi perlambatan pertumbuhan global akibat dampak konflik. 

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Motor Keluarkan Asap Putih? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Amalan Idul Fitri Mulai Subuh Hingga Usai Sholat Ied
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Besok Sudah Ada yang Lebaran, Haruskah Tetap Puasa? Begini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo: Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Terorisme, Harus Diusut Aktornya
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Kala Bruno Fernandes Resmi Pecahkan Rekor Assist David Beckham di Manchester United
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.