ETIndonesia. Kasus proyek konstruksi berkualitas buruk di Tiongkok daratan kerap terjadi, dengan insiden runtuhnya bangunan yang berulang. Pada 18 Maret, sebuah jembatan di Provinsi Shandong ambruk saat dilintasi truk. Warganet mempertanyakan, “mengapa tidak terlihat tulangan baja?”
Informasi yang beredar di internet menyebutkan bahwa jembatan yang runtuh tersebut adalah Jembatan Dawangzhuang di Jalan Tianshi, Kota Zhutian, Kabupaten Fei, Kota Linyi, Provinsi Shandong.
Dalam video yang beredar, saat kejadian sebuah truk merah sedang melintasi jembatan. Tiba-tiba terdengar suara “boom” dari belakang, bagian belakang truk terangkat, disertai debu yang beterbangan. Truk tersebut kemudian berhasil keluar dari jembatan dan berhenti.
Rekaman berikutnya menunjukkan sebagian permukaan jembatan telah runtuh, meninggalkan lubang besar hingga terlihat air sungai di bawahnya. Sejumlah warga terlihat berkumpul di sekitar lokasi, dan tidak terlihat ada orang yang jatuh ke sungai.
Warganet mempertanyakan: “Apakah ini akibat truk yang kelebihan muatan atau karena jembatannya memang tidak kuat?” “Kenapa tidak terlihat tulangan baja?” “Di mana-mana proyek ‘tofu-dreg’ (konstruksi berkualitas buruk).”
Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah mengalami sejumlah kecelakaan serius akibat runtuhnya jembatan.
Pada 2 Februari lalu, di Xiangshui, Yancheng, Provinsi Jiangsu, Jembatan Yuegang pada jalur Lianshen yang dibangun oleh China Railway 12th Bureau runtuh saat proses konstruksi, menyebabkan 5 orang tewas.
Pada 22 Agustus 2025 dini hari, Jembatan Besar Sungai Kuning Jianzha pada jalur kereta Sichuan–Qinghai (jembatan lengkung rangka baja rel ganda dengan bentang terbesar di dunia) mengalami patahnya balok jangkar saat pekerjaan penarikan kabel baja, yang menyebabkan runtuhnya lengkungan utama sepanjang 108 meter dan menewaskan 16 pekerja yang jatuh ke Sungai Kuning.
Dilaporkan oleh Li Li/Disunting oleh Lin Qing – NTDTV.com





